Dua Saksi tidak Hadir dalam Sidang Nurdoko

BLITAR KOTA - Sidang kasus penganiayaan  Nurdoko warga Desa Dayu, Kecamatan Nglegok yang tewas dikeroyok kembali  kembali digelar. Agenda sidang yakni mendengarkan tiga keterangan saksi yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari pihak terdakwa. 

Namun, dari tiga saksi yang dihadirkan kemarin, hanya satu saksi yang hadir. Yakni Puspito. Dua saksi lainnya tak hadir tanpa alasan yang jelas. Sidang dipimpin langsung oleh majelis hakim Benhard Mangasi Lumban Toruan ini berjalan lancar selama kurang lebih 1,5 jam.  

Dalam sidang kemarin, majelis hakin mencecar sejumlah pertanyaan kepada Puspito. Majelis hakim mempertanyakan peristiwa pengroyokan yang dialami Nurdoko pada Januari lalu. Dalam fakta persidangan terungkap bahwa saksi sempat mendengar suara seperti orang kesakitan.

“Ya, saya dengan seperti suara oh..oh..ohh itu,” ungkap warga Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon ini di hadapan majelis Hakim. 

Menurut Puspito, saat itu dirinya berencana ingin membeli makan yang tak jauh dari TKP. Dalam persidangan, dia mengatakan, jarak dirinya dengan sumber suara tersebut sekitar 25 meter dari TKP yaitu di kafe tempat Nurdoko dikeroyok.

“Waktu itu, saya membiarkan suara itu. Saya tidak begitu penasaran lantaran kondisi juga remeng-remeng (kurang cahaya) jadi tak begitu jelas apa yang sedang terjadi,” terangnya lagi saat majelis hakim beberapa kali mempertanyakan alasan saksi. 

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar