Pelaku dan Korban Sering Bertengkar

TRENGGALEK – Penyesalan selalu datang terlambat.  Itu yang dirasakan Pipit Dwi Siswahyudi, pembunuh Heru Rohmadi, 30 yang tak lain kakak kandung sendiri. Motif atau latar belakang pria berumur 24 tahun ini menikam kakaknya pada Selasa (19/7) lalu karena ketidakharmonisan antara pelaku dengan korban.

Bahkan, mereka berdua sering bertengkar dan saling mengeluarkan ancam untuk membunuh. Kini Pipit dijerat pasal UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pasal 44 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Menurut Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya melalui Kasatreskrim AKP Suwancono, dari keterangan pelaku dan saksi, latar belakang aksi penikaman berujung kematian  yang dilakukan Pipit didasari ketidakharmonisan dua orang saudara kandung terebut. Hampir setiap hari terjadi pertengkaran antar mereka. Bahkan, dalam pertengkaran itu masing-masing berani mengeluarkan ancam untuk membunuh.

“ Begitu juga dalam pesta miras yang dilakukan beberapa waktu lalu, mereka terlibat pertengkaran,” katanya kepada wartawan di Mapolres, kemarin(20/7). 

Puncak dari pertengkaran itu tewasnya Heru saudara kandung pelaku, karena oleh pelaku ditikam pisau yang memang setiap hari dibawa pria asal Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek ini. 

Dikatakan Wancono-sapaan akrabnya-, dari hasil otopsi mayat korban, tewasnya korban Heru karena pisau yang dihujamkan ke punggung korban mengenai salah satu organ penting dan mengakibatkan pendarahan hebat.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar