Pernah Terpeleset di Panggung, Taklukkan Diri Sendiri agar Tidak Deg-Degan

Seni menyanyi dan menari menjadi dua hal yang digemari Achmad Iony Suprayogi Drastistiawan. Warga Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan itu, mampu melakoni keduanya mengukir prestasi membanggakan.

WHENDY GIGIH PERKASA

DUNIA seni tidak asing bagi Iony sapaan Achmad Iony Suprayogi Drastistiawan. Sebab, sejak masih duduk di bangku SD, dia sudah ikut berlatih bersama kakeknya sendiri bernama Samsuri. Dari situ pelajaran menari banyak diperolehnya lewat sang kakek yang juga punya bakat seni.

Saat diwawancara Iony mengaku, latihan menari bersama teman-teman dan kakeknya saat senggang, utamanya di luar jam sekolah. Tujuannya, agar tidak mengganggu sekolah. Untuk jenis tari, pijakan awal Iony yakni jaranan. Maklum, kakeknya sebagai pemilik paguyuban jaranan membuat dia mudah mengenal gerakan tari tradisional tersebut. Berbeda dengan keterampilannya tarik suara diperoleh dari nenek yang menjadi sinden.     

Sejak usia 12 tahun,  keahlian menari dan menyanyi Iony terus terasah. Terlebih, dia sudah pentas di atas panggung sekolah ataupun luar. Jalannya dalam bidang seni makin mulus karena keluarga mendukung. “Awal itu menari jaranan tradisional. Sejak SD sudah ikut lomba-lomba,” ungkap Iony.

Saat masuk SMA, kemampuan Iony semakin matang. Dia mulai mengembangkan bakat tari yang dimiliki dengan mempelajari dance atau tari modern. Usaha itu berhasil, dan bisa mengikuti berbagai perlombaan. Hasilnya, berbagai prestasi diraih hingga saat ini usianya menginjak 23 tahun.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar