Tim Saber OTT Ringkus Tiga Petugas Penarik Retribusi di Pasar Kesamben

KABUPATEN BLITAR – Tim sapu bersih (saber) pungutan liar yang digawangi Polres Blitar kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini meringkus tiga petugas penarik retribusi di Pasar Tumpah di kompleks Pasar Kesamben pada Selasa (28/02). Ya, tiga orang pemungut kena OTT tim Saber Pungli Polres Blitar itupun langsung digelandang ke kantor polisi. Ketiganya hingga berita ini diturunkan masih menjalani pemeriksaan.

Tetapi belum ada status ditahan atau hanya menjalani wajib lapor. Tiga pemungut retribusi di tepi jalan atau depan Kantor Desa Kesamben itu adalah BBS, 53, EP, 43, dan JW, 50. Ketiganya tercatat warga Kecamatan Kesamben. Dari hasil OTT itu, polisi berhasil mengamankan uang hasil pungli senilai Rp 1,5 juta, dengan lembaran uang Rp 1.000 hingga Rp 100 ribu. Polisi juga menyita dokumen-dokumen lain. Seperti berkas-berkas aliran dana retribusi dan lain sebagainya.

Penangkapan itu merupakan kali kedua yang dilakukan Polres Blitar. Sebelumnya, Kepala Desa Soso, Kecamatan Gandusari Widodo Harjo Diputra juga harus berurusan dengan polisi dan terkena OTT. Modusnya yakni memungut biaya pengurusan SPPT dan proses balik nama atau pipil pajak tanah. Barang bukti yang disita Rp 4,6 juta. Polisi pun menetapkan sebagai tersangka tetapi tidak ditahan lantaran mendapatkan jaminan dari Asosiasi Kepala Desa (AKD).

Pasca penangkapan, polisi mendalami praktik pungli yang diduga dilakukan selama kurang lebih enam tahun yakni sejak 2010. Ketiganya diketahui telah memungut uang kepada para pedagang pasar tumpah di Pasar Kesamben. “Pungutan di pasar tumpah Pasar Kesamben tidak ada aturannya sama sekali. Seperti dalam bentuk Perdes (Peraturan Desa, Red) yang mengaturnya,” jelas Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya, kepada
Jawa Pos Radar Blitar Rabu (1/3).

Dia mengungkapkan, praktik pungli yang sudah menjamur di Pasar Tumpah itu berawal dari laporan masyarakat. Laporan itupun
ditindaklanjuti polisi. “Setelah diselidiki lebih lanjut, akhirnya tim Saber Pungli menangkap tiga orang dan mengamankan uang hasil pungli Rp 1,5 juta,” terang perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu.

Kapolres menduga, uang hasil pungli itu mengalir ke pihak tertentu. Seperti oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kelurahan Kesamben. Nominal pungli berbeda tiap pedagang mulai dari Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu. Sumber informasi koran ini menyebutkan untuk pedagang yang menggunakan sepeda motor dipungut Rp 2 ribu per hari.

Sementara pedagang yang mengendarai mobil dipungut Rp 5 ribu per hari. Hasil dari penyelidikan tim saber, praktik pungli tersebut tidak ada dasar hukumnya atau Peraturan Desa (Perdes). Dalam beroperasi para pemungut tidak menyertakan bukti karcis seperti sepeti layaknya retribusi pasar. Besaran pungutan itupun ditentukan oleh tiga pelaku tersebut. “Pungutan dilakukan dengan alasan untuk menertibkan pedagang pasar tumpah dan sebagai uang kebersihan. Dalihnya itu,” ungkap Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki dan mendalami kasus pungli yang terjadi di pasar tumpah Pasar Kesamben itu. Tiga pelaku terus menjalani serangkaian pemeriksaan intensif di Polres Blitar. “Mereka tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor,” pungkas Slamet. (sub/ziz/JPG)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar