Inilah Dibalik Penganiayaan Bapak Tua di Trenggalek yang Jadi Viral di Medsos

TRENGGALEK- Dua hari terakhir, masyarakat Kota Keripik Tempe dihebohkan dengan adanya video penganiayaan yang dilakukan oleh anak muda terhadap seorang kakek. Lokasinya sendiri di pinggir Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo, tepatnya Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek. Tak pelak,
hal ini membuat Polres Trenggalek melakukan penyelidikan untuk mengenai kebenaran dan dugaan adanya tindakan yang melanggar hukum pada video tersebut.

Dalam video yang berdurasi 15 detik tersebut, terlihat tiga orang anak muda menganiaya seorang kakek, dengan cara menendang hingga memukul dengan balok kayu. Sehingga hal tersebut, mendapat tanggapan yang luar biasa dari pengguna media sosial (medsos) hingga menjadi viral. “Setelah
menjadi viral, kami langsung menyelidikinya dan berhasil menemukan identitas pelaku serta korbannya,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman Rabu (1/3).

Dia melanjutkan, dalam video tersebut diketahui identitas korban adalah Sukiyat, warga setempat yang diketahui mengidap kelainan jiwa dan telah meninggal November 2016 lalu. Sedangkan pelaku dalam video tersebut, tiga orang yang di antaranya adalah Arif Kurniawan dan Chrise, merupakan anak korban. Sedangkan satu pelaku lainnya Febri, teman kedua pelaku itu. “Dari rekaman video itu, kami hanya tetapkan Arif sebagai pelaku. Sebab kedua orang lainnya Chrise dan febri tidak melakukan penganiyayaan dan hanya diberlakukan wajib lapor,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang didapat, kejadian dalam video tersebut dilakukan pada November 2015 lalu. Namun ketiga pelaku tersebut tidak
mengetahui siapa yang merekam dan mengunggahnya. Selain itu, berdasarkan keterangan keluarga dan hasil uji psikologi, salah satu pelaku Arif diduga memiliki kecenderungan kelainan mental, kendati bersifat sementara.

Sehingga, dengan alasan tersebut pelaku tidak bisa diproses secara hukum dan nantinya akan dilimpahkan ke Pemkab Trenggalek agar mendapatkan proses rehabilitasi. “Sebenarnya apa yang terekam dalam video itu merupakan penggalan dari beberapa proses kejadian. Korban sendiri, beberapa tahun lalu pernah dilaporkan salah satu warga akibat mencuri tabung gas elpiji. Karena mengalami gangguan jiwa, maka tidak bisa diproses,” tuturnya.

Sementara itu Muringah, istri Sukiyat mengatakan, sebenarnya kejadian tersebut tidak seperti yang ada di video. Sebab, dalam setiap harinya korban yang sejak 2012 lalu mengalami gangguan jiwa, sering keluar rumah dan sering merusak atau mengambil barang milik orang lain. Untuk itu, ketika ada laporan dari warga bahwa suaminya masuk ke salah satu pekarangan, hingga melakukan pengerusakan, dirinya menyuruh sang anak untuk menjemput. “Saat itu saya memerintah Arif, agar membawa pulang ayahnya sebab telah meresahkan warga. Suami saya sendiri tidak pernah mau jika disuruh secara baik-baik,” ujarnya.

Senada diungkapkan Arif Kurniawan, salah satu pelaku dalam video tersebut yang juga anak korban. Dia menambahkan, sebenarnya sebelum terjadinya hal tersebut ada laporan bahwa ayahnya sedang mengambil dan merusak barang milik tetangga. Untuk itu, dirinya mengajak teman-temannya untuk menjemput sang ayah. Namun sang ayah tidak mau hingga dirinya terpaksa mengambil sebilah kayu untuk menakutnakuti sang ayah agar mau pulang. “Ayah saya sudah meninggal November 2016 lalu. Dan pernah dirawat di RSJ Lawang namun tidak kunjung sembuh. Malahan sering keluar rumah hingga merusak dan mengambil barang tetangga,” akunya. (jaz/rka/JPG)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar