Warga Nglurug Kejari, Pertanyakan Kasus Perkebunan Soso dan Kruwuk

BLITAR KOTA - Puluhan masyarakat tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Blitar Raya (Gempita Raya), Kamis  (2/3) turun ke jalan dalam aksi di depan Kantor Kejaksaan (Blitar (Kejari) Blitar. Ini merupakan aksi kesekian masyarakat yang terdiri dari unsur mahasiswa, pemerhati lingkungan, dan petani. Mereka meminta ketegasan jaksa dalam menuntaskan dan menetapkan tersangka dalam kasus perkebunan di Soso dan Kruwuk.

Massa aksi melakukan longmarch dari depan Taman makan Pahlawan (TMP), tiba di depan Kantor Kejari Blitar sekitar pukul 11.00. Beberapa pendemo juga membawa replika mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebagai bentuk satire terhadap kinerja jaksa, sedangkan yang lain membawa berbagai poster dan bendera.

Koordinator aksi dari Gempita Raya Marjoko mengatakan, ada banyak hal yang tidak beres dengan proses penyelidikan hingga ke tahap penyidikan. Karena sudah dua tahun kasus dugaan korupsi penyalahgunaan lahan milik negara ini. “Hingga detik ini belum ada penunjukan tersangka dan meskipun satunya sudah tersangka tidak ditahan,” jelasnya. Karena sikap tidak tegas pihak Kejari Blitar ini, lanjut dia, maka pelaku yang masih bebas berkeliaran melakukan perampasan, juga intimidasi terhadap para petani

Padahal, lahan milik negara tersebut tidak boleh dipindahtangankan bahkan diperjual belikan oleh pihak manapun. “Namun, berbagai laporan dan realitas tersebut tidak mendapat respon dari pihak penegak hukum. Bahkan sengaja memperlambat proses penyidikan kasus ini. Bahkan dari beberapa kali datang kepada jaksa, para petani hanya diberikan harapan palsu oleh jaksa,” akunya.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Kejari Blitar Safi mengatakan, berterimakasih kepada para warga dari Gempita Raya yang telah datang. Dan meminta agar pihak jaksa untuk terus melakukan penyidikan terhadap dua kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh mantan pengelola perkebunan. “Saya berterimakasih atas dukungan dan support dari teman-teman petani. Sehingga jaksa akan terus bekerja sekuat tenaga untuk menyelesaikan kasus ini,” jelas pria asal Pulau Garam ini.

Menurut dia, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blitar telah memberikan penegasan kepada jaksa penyidik untuk maksimal pada akhir Maret ini, untuk kasus perkebunan ini sudah ditetapkan tersangka bagi para pelaku, dan ini akan diupayakan oleh jaksa. “Jaksa sebenarnya sudah bekerja cukup keras, namun beberapa halangan terus mengganggu, salah satunya para pelaku yang enggan dating menghadiri permintaan jaksa,” ungkapnya. (ady/dha)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar