Malam Tiba, Sungai Ngrowo pun Makin Indah

TULUNGAGUNG – Masyarakat harus bersabar melihat keindahan ruang terbuka hijau (RTH) Sungai Ngrowo pada malam hari. Pasalnya, sampai saat ini lampu light emitting diode (LED) yang menghiasi kawasan tersebut belum menyala semua. Alhasil jika malam tiba, terlihat kondisi yang kontras antara sisi kanan maupun kiri sungai yang mengalir menuju Terowongan Neyama tersebut

Kendati demikian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tampaknya bakal mengurangi jumlah lampu di area itu jika dirasa kelebihan. Dari pantauan Koran ini pada Kamis (2/3) lalu, hanya lampu yang berada di sisi barat sungai yang menyala. Sedangkan sisi timur masih mengandalkan lampu lama maupun alat penerangan milik para pedagang yang menjajakan jualannya.

Kendati demikian, area tersebut sudah menjadi lokasi favorit warga untuk sekadar santai sejenak. Tetapi ada saja yang bagian masih remang-remang. Kabid Pertamanan Dinas PUPR Erwin Novrianto mengatakan, pihaknya memang berencana untuk mengurangi jumlah lampu di kawasan itu jika terlalu banyak.

Jika tidak begitu, dikhawatirkan bakal membebani keuangan daerah. Meskipun hal ini baru bisa diketahui setelah masa pemeliharaan dari rekanan berakhir. “Untuk saat ini memang belum semua lampu di situ menyala,” jelasnya.

Erwin-sapaan akrabnya mengakui, banyaknya lampu di kawasan tersebut memang dilematis. Di satu sisi memang bisa menerangi seluruh area tanpa terkecuali, namun juga bisa menyedot anggaran daerah. Sehingga jika memungkinkan, nantinya akan dilakukan efisiensi dengan mengurangi jumlahnya.

“Tetapi kami yakin, sebenarnya sudah ada listrik yang mengalir. Meskipun belum menyalakan lampunya,” terangnya. Saat ini, dinas yang berada di Jalan Ahmad Yani Timur ini hanya sebatas memantau kawasan tersebut. Mengingat saat masa pemeliharaan berlangsung merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari rekanan Jakarta, selaku pelaksana proyek yang berasal dari kementerian tersebut.

Apalagi, RTH tersebut menjadi satu paket dengan jogging track, lampu dan lain sebagainya. “ Lagipula, penyerahan kepada pemkab baru akan dilakukan pada Mei mendatang,” ungkapnya. Pria murah senyum ini pun berharap, masyarakat mau ikut menjaga kawasan tersebut. Khususnya sambal menunggu penyerahan secara resmi kepada pemkab.(rka/din/JPG)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar