Sedih, Santri Korban Pelecehan Seksual

TULUNGAGUNG –

Nasib dan kisah pilu dihadirkan NF, warga di Kecamatan Kalidawir. Niat hati ingin menjadi santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Ngunut, namun bocah berusia 10 tahun itu justru mengalami trauma, semenjak menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Hingga berakibat pendarahan dan terpaksa di rawat di RSUD dr Iskak sejak Selasa  (9/5).

Di mana pelaku pelecehan seksual diduga dilakukan oknum di mana tempat bocah tersebut. Sedangkan kekerasan fisik dimotori kakak kelasnya. “ Ya memang benar ada kejadian memilukan ini,” ungkap kakak sepupu korban, Aziz Prasida, kemarin (14/5).

Menurut dia, peristiwa sedih itu terungkap berawal ketika korban pulang dari ponpes untuk menjalani liburan akhiru sanah (semesteran) sejak Minggu (7/5) lalu. Semenjak kepulangannya itu korban NF terlihat aneh. Dulu pribadinya yang ceria tiba-tiba pendiam dan hanya bermain handphone saja. “ Adik saya jadi diam biasanya kalau pulang selalu main kerumah saudara-saudaranya, biasanya minta diantar untuk membeli ice cream, tapi pulang kali ini dia aneh diam saja, dan dilihat dari cara duduknya juga aneh, kakinya selalu dirapatkan,” terangnya.

Dua hari setelah kepulangannya tepatnya Selasa (9/5), korban NF mengeluh tidak bisa buang air besar, dan akhirnya korban dibawa ke puskesmas. Setelah sampai puskesmas korban mengaku tidak bisa buang air kecil, yang menyebabkan perutnya buncit dan mengeras. “ Kami membawa NF ke puskesmas, namun dari pihak puskesmas merujuk ke RSUD dr Iskak untuk melakukan pemeriksaan. sekitar pukul 17.30 kami langsung membawa NF ke RSUD dr Iskak,” lanjutnya.

Dari hasil visum, menurut Aziz, terjadi infeksi pada bagian sensitif NF, dan kemungkinan pelecehan sudah lebih dari tiga kali, itu dilihat dari bekas luka. “ Dia bukan hanya mengalami pelecehan seksual melainkan juga dianiaya oleh 3 orang kakak kelasnya,” jelasnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar