Belum Punya Master Plan Pengembangan

TULUNGAGUNG– Masih utuhnya kawasan pertanian di Kota Marmer ternyata belum diimbangi dengan adanya perencanaan yang jelas. Di mana sampai saat ini belum ada master plan pengembangan kawasan pertanian. Padahal ini sangat penting untuk menjaga keutuhan kawasan tersebut. Penyusunan ini bakal menghabiskan anggaran Rp 175 juta dan masih dalam tahap lelang. Kabid Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sutrisno kepada Koran ini mengatakan, selama ini Tulungagung memang belum memiliki sebuah perencanaan mengenai pengembangan kawasan pertanian. Meskipun tidak ada dampak yang dirasakan, tetapi hal ini membuat pemkab mau tidak mau juga harus memikirkan. “Tulungagung belum memiliki master plan ini,” katanya kemarin (14/5). Menurut dia, jika master plan jadi, tentunya keberadaan kawasan pertanian di Tulungagung bakal mendapat perlindungan. Khususnya untuk mengembangkan sebuah komoditas pertanian dan melindungi dari berbagai hal yang sekiranya menghambat. “Yang jelas perlu perlindungan agar kawasan pertanian bisa dikembangkan lebih jauh lagi,”ungkapnya. Tris-sapaan akrabnya mengaku, penyusunan ini berdasarkan Permentan Nomor 50/2012. Sebenarnya hal ini sudah digagas sejak tahun lalu. Namun pada 2016 lalu terbentur keterbatasan anggaran yang membuat penyusunan tertunda selama setahun. Bahkan pada tahun ini pun masih dalam proses lelang. “Kami berharap ini bisa secepatnya terwujud, meskipun masih dalam tahap lelang,” ujarnya. Disinggung untuk pelaksananya nanti, pria ramah ini mengaku akan diserahkan pada Dinas Pertanian (Dispertan). Mengingat SKPD inilah yang memiliki tugas pokok dan fungsi mengenai dunia pertanian sekaligus seluk beluk di dalamnya. “Nantinya kami serahkan ke Dispertan karena kami hanya sekadar membuat master plan-nya,” tandasnya.(rka/din)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar