Gerebek Maulud di Majan Dicanangkan jadi Budaya Nasional

TULUNGAGUNG- Gerebek Maulud di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, bakal dicanangkan jadi budaya nasional. Itu berdasarkan hasil acara Pelatikan Pengurus dan Rapat Kerja Majelis Agung Raja dan Sultan Indonesia di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) . Sebab keberadaan tanah Perdikan Majan tak bisa dilepaskan dari sejarah kerajaan pada masa silam. Dengan hasil kesepakatan tersebut, budaya Gerebek Maulud akan tetap bisa lestari. “ Hasil dari pertemuan pada Minggu lalu ini, merekomendasikan pula jika pemerintah daerah juga harus mendukung. Kami dari Perdikan Majan dan Tawangsari mengkuti acara pertemuan itu,” ungkap Ketua Peguyuban Sentono Delem Majan (PASENDAM) Raden Ali Sodiq kemarin (16/5). Menurut dia, dengan keberadaan Gerebek Maulud di Desa Majan, dengan demikian sudah dikenal berbagai kerajaan yang tergabung dalam majelis dan tinggal pengembangan kemasan acara lebih menarik. Memang, lanjut dia, cerita Perdikan Majan tak lepas dari sejarah kerajaan nasional. Sebab Perdikan Majan merupakan bagian kecil atau kasultanan dari Kerajaan Mataram pada 1727. Jadi berbagai budaya yang kini bisa dilihat, adalah andil sesepuh tanah perdikan. Selain itu, situs maupun pusaka peninggalan kerajaan masih tetap ada dan jelas. “ Mudah-mudahan tetap eksis tanah Perdikan Majan,” teranganya. Dia menambahkan, tujuan lain dari acara pertemuan majelis agung raja dan sultan, untuk meningkatkan eksisten kerajaan dan raja yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Sebab tak sedikit sekarang budaya di masing-masing kerajaan sudah pudar. Maka perlu dilestarikan, agar tidak hilang dan diketahui generasi penerus. (din)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar