Dokter Terkejut, Bocah SJS Akhirnya Meninggal Dunia

TULUNGAGUNG – Niko Ardyansyah, bocah asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Trenggalek yang menderita stevens johnson syndrome (SJS) kemarin (15/5) sekitar pukul 02.30 meninggal dunia. Bocah berumur 8 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2 tersebut mengembuskan nafas terakhir setelah beberapa hari menjalani perawatan di ruang pelayanan intensif untuk anak (PICU) di RSUD dr Iskak. Saat ini jenazahnya sudah dipulangkan dan dikebumikan pihak keluarga. Kasi Pelayanan Medis RSUD dr. Iskak, dr. M. Ravi Tanwirul saat dikonfirmasi membenarkan jika Niko meninggal dunia. Hal ini sebenarnya cukup mengejutkan, karena kondisinya sebenarnya stabil sejak awal masuk ruang perawatan. Apalagi dengan keberadaannya yang berada di ruang PICU tentu perawatannya sudah semaksimal mungkin. “Kondisinya tiba-tiba drop pada Minggu malam,” katanya. Ravi-sapaan akrabnya menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah mengupayakan hal terbaik sejak si bocah menjalani perawatan. Bahkan ada beberapa dokter spesialis yang ikut menangani. Sedangkan saat ini jenazah si bocah sudah dibawa pulang ke Trenggalek untuk dikebumikan. “Hal ini di luar perkiraan kami hingga akhirnya Niko meninggal,” ungkapnya. Hal senada diungkapkan Kepala Bagian Humas RSUD dr Iskak, Mohammad Rifai. Menurut dia, selama menjalani perawatan, seluruh tenaga medis juga sudah mencurahkan seluruh perhatiannya agar kondisi si bocah kembali sehat seperti sediakala. “Kondisinya memang menurun sebelum akhirnya meninggal,” tuturnya. Seperti diberitakan sebelumnya, penyebab SJS yang menyerang Niko Ardiansyah, bocah Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Trenggalek masih belum diketahui. Meskipun dari laporan yang masuk diduga karena minum minuman cepat, namun pihak RSUD dr Iskak masih melakukan penelitian. Apalagi kasus seperti ini terjadi 1 dari 100 orang. Bahkan di Tulungagung sendiri kasus terakhir terjadi pada 2015 silam.(rka/din)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar