Curi Dua Laptop di Rumah Kos
BERITA TERKAIT

TULUNGAGUNG– Abraham Said alias Bram, warga Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, harus mendekam di balik jeruji besi. Pria berusia 21 tahun itu diduga mencurian laptop dan HP di tiga lokasi berbeda. Informasi yang berhasil dihimpun dari kepolisian, aksi pelaku terjadi pada Senin (13/3). Pelaku mendatangi salah satu rumah kos putri di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu. Di tempat itu, pelaku berhasil mencuri dua laptop yakni merk Asus milik Windanari, warga Desa Bawang, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri dan laptop Acer milik Putri Rahayu, Warga Desa Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri. “Pelaku mencongkel pintu dan mengambil dua laptop yang berada dalam satu kamar,” jelas Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Mustofa Al Hadar. Pada Rabu (15/3), pelaku kembali beraksi. Dia mencuri laptop merk Toshiba di salah satu rumah kos di Kelurahan Bago, Kacamatan Tulungagung. Diketahui laptop milik Mega Trisnawati, Warga Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung. Pada saat itu kondisi pintu rumah kos tidak terkunci sehingga memudahkan pelaku masuk. “Pelaku masuk lewat pintu garasi yang posisi tidak terkunci, setelah itu mencuri laptop di dalam lemari yang juga tidak terkunci,” kata Mustofa. Belum juga kapok, pelaku beraksi untuk kali ketiga. Dia mencuri HP Samsung Galaxi Grand Neo milik Endang Agustiani Merdeka, warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, Minggu (7/5). Saat kejadian, korban sedang mandi. HP diletakkan di meja ruang tamu. “Pelaku awalnya menawarkan brosur dengan cara mengucapkan salam terlebih dahulu, karena tidak ada jawaban pelaku masuk dan mengambil Hp yang ada di ruang tamu,” jelas Mustofa. Saat ditanya, Abraham Said mengaku mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebab hasil kerjanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. “Saya sudah menjual dua laptop di Kediri dengan harga Rp 350 ribu per laptop, dan uangnya untuk senang-senang,” ungkapnya. Akibat perbuatanya tersangka dikenai Pasal 362 KUHP dengan hukuman maksimal lima tahun penjara. (hki/wen)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar