Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Aksi Teaterikal Meriahkan Upacara HUT Kemerdekaan ke-72 RI

18 Agustus 2017, 07: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

NASIONALISME: Bupati Syahri menyerahkan Sang Merah Putih kepada pengibar bendera (foto kiri).

NASIONALISME: Bupati Syahri menyerahkan Sang Merah Putih kepada pengibar bendera (foto kiri). (CHOIRUR ROZAQ/RATU)

TULUNGAGUNG – Kentalnya nuansa nasionalisme dan kebhinekaan jelas terlihat pada pelaksanaan upacara memperingati HUT Kemerdekaaan ke-71 RI di halaman Pemkab Tulungagung kemarin (17/8). Meskipun terik matahari menghajar bumi, tetapi para peserta tetap khidmat mengikuti jalannya upacara.

Apalagi kali ini juga dimeriahkan aksi teaterikal yang menceritakan kepahlawanan Arek-arek Surabaya saat merebut Hotel Yamato dari tangan Belanda.

Bupati Syahri Mulyo mengatakan, tema peringatan HUT Kemerdekaan ke-71 RI Kerja Bersama harus diambil pesan yang terkandung di dalamnya.  Karena itu berarti kerja gotong royong sesuai tugas masing-masing. Dengan bergotong royong, berbagai persoalan maupun pembangunan bisa segera dituntaskan. “Tema kali ini memiliki pesan mendalam,” katanya.

Aksi teaterikal sebelum pelaksanaan upacara bendera.

Aksi teaterikal sebelum pelaksanaan upacara bendera. (CHOIRUR ROZAQ/RATU)

Pria asal Ngantru ini menambahkan, khusus untuk Tulungagung sudah banyak perkembangan yang dicapai. Seperti infrastruktur yang mulai baik, angka kemiskinan menurun, dan partumbuhan ekonomi yang terus meningkat. “Hal ini harus dipertahankan dan kalau bisa terus mencapai yang terbaik,” tuturnya.  

Hal senada diungkapkan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tulungagung Sudarmaji. Dia mengatakan pada momen peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 RI kali ini memang menjadi momen untuk semakin mempertebal semangat nasionalisme dan kebhinekaan. Mengingat ini merupakan modal berharga untuk membawa kemajuan bangsa dan negara. “Semangat nasionalisme dan kebhinekaan harus dijunjung tinggi,” katanya kepada Koran ini.

Darmaji-sapaan akrabnya mengakui, dalam upacara ini juga ada aksi teaterikal yang menceritakan kepahlawanan Arek-arek Surabaya merebut Hotel Yamato. Ini merupakan suri tauladan untuk seluruh lapisan masyarakat agar selalu berjuang mencari yang terbaik. “Perjuangan bisa dilakukan dalam berbagai bidang,” tambahnya.

Peserta aksi teaterikal pun tampak bersemangat menunjukkan penampilan terbaik. Dengan pengekspresian yang sempurna, mereka seolah-olah berada di medan perang sesungguhnya. Apalagi dalam drama tersebut juga ada miniatur Hotel Yamato yang semakin membuat para peserta upacara terkesima.

Sedangkan sore harinya, upacara penurunan bendera juga khidmat diikuti seluruh peserta. Semangat nasionalisme tinggi pun diharapkan terus terpatri dalam sanubari setiap warga negara.(rka/din)

(rt/rak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia