Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Lho Kok Belum Ditempati?

07 September 2017, 12: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

BERDEBU : Salah satu ruangan di lantai satu ini masih kosong. Rencananya, untuk beberapa ruangan di lantai ini akan digunakan minimarket.

BERDEBU : Salah satu ruangan di lantai satu ini masih kosong. Rencananya, untuk beberapa ruangan di lantai ini akan digunakan minimarket. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Rencana pemerintah merelokasi pemukiman liar warga di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, belum juga terealisasi. Hingga kini Bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Prigi belum berpenghuni. Dikhawatirkan, hal itu juga berdampak pada umur bangunan tersebut, mengingat tidak mendapat sentuhan perawatan dari penghuni rusun.

Riyono, Kepala Desa (Kades) Tasikmadu mengatakan, kendati direncanakan dalam pengelolaan rusunawa melibatkan pemerintah desa, pihaknya belum bisa berbicara lebih terkait Rusunawa Prigi. Pasalnya, hingga kini belum ada surat atau pembicaraan mengenai pengelolaan rusunawa dari dinas terkait.. “ Belum ada yang action, belum ada yang menempati,” katanya kepada Koran ini kemarin(5/9).

Dia mengaku pernah mengusulkan kepada pemerintah dalam hal ini dinas yang menaungi rusunawa untuk membuat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dalam pengelolaan itu. Namun sayang belum juga ada tindak lanjutnya.

Riyono juga mengaku tidak mampu jika pengelolaan rusunawa tersebut diamanahkan kepada pemerintah desa. Mengingat saat ini ada banyak tugas yang harus dikerjakan oleh pemdes, utamaya dalam pengelolaan anggaran di desa masing-masing. Pun demikian, pihaknya tidak akan keberatan jika ada salah seorang perangkat desanya yang nanti akan dilibatkan dalam pengelolaan tersebut. “ Soal PBB, pengelolaan keuangan desa yang juga harus baik, dan banyak tugas lain yang ada di desa,” papar pria berkacamata ini.

Hanya pihaknya juga mendengar bahwa jumlah calon penghuni yang bakal menempati rusunawa itu nanti tidak hanya 27 orang yang beberapa waktu lalu menerima sosialisasi dari wabup. Ada belasan warga yang sudah bersedia menempati Rusunawa tersebut. “ Jumlah totalnya menjadi sekitar 40 KK, tapi belum ada yang masuk. Gak tahu kenapa. Desa yang ditunjuk untuk membantu pengelolaan itu juga belum dipilih,” katanya.

Sekedar mengingatkan, pada minggu terakhir bulan lalu pemerintah memberikan sosialisasi terkait penempatan Rusunawa Prigi. Sosialisasi tersebut juga sekaligus pendataan dan proses administrastif calon penghuni Rusunawa Prigi.

Tak hanya itu, pada kesempatan sosialisasi ini telah disepakati ada uang jaminan bagi mereka yang tinggal di rusunawa. Uang jaminan itu dimaksudkan agar penghuni rusunawa tidak pindah atau keluar masuk rumah susun tersebut.

Bahkan Wakil Bupati Mochammad Nur Arifin sempat mengatakan mereka yang nanti tidak mematuhi kesepakatan yang dibuat antara penghuni dan pengelola rusunawa akan di blacklist dari daftar penghuni rusun. Mereka juga tidak diperkenankan lagi tinggal di sana dan jatah tersebut akan dialihkan untuk warga lain. “ Mereka hanya memiliki hak penempatan bukan hak pengelolaan. Tidak berhak merubah fungsi rusunawa dan menyewakan kepada orang lain,” tegasnya. (*)

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia