Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Paling Cepat Oktober, Lambat November

Meja Kursi untuk Empat Kelas SMPN 2

24 September 2017, 12: 10: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

TIDAK NYAMAN : Siswa kelas VII antusias mendengarkan pengarahan dari Wakasiswaan SMPN 2 Tulungagung Rudi Bastomi.

TIDAK NYAMAN : Siswa kelas VII antusias mendengarkan pengarahan dari Wakasiswaan SMPN 2 Tulungagung Rudi Bastomi. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

TULUNGAGUNG – Pengajar dan pelajar SMPN 2 Tulungagung kini bisa tersenyum lebar. Pasalnya, siswa-siswi kelas VII, tidak harus belajar dengan lesehan dan memakai meja lipat. Itu karena dipastikan sekolah tersebut bakal mendapatkan bantuan sejumlah meja dan kursi.

Wakasiswaan SMPN 2 Tulungagung Rudi Bastomi membenarkan informasi jika sekolahnya bakal mendapatkan bantuan meja dan kursi dari anggaran PAK yang dikucurkan melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung. Bantuan tersebut untuk mengisi empat kelas yang saat ini kondisinya termasuk mendesak. Ratusan siswa harus bergilir mengikuti pelajaran dengan lesehan. “Iya bener. Pengadaan kan langsung dari dinas. Katanya paling cepet Oktober, tapi nanti selambat-lambatnya November,” katanya.

Rudi mengatakan, empat kelas itu membutuhkan sekitar 90 set meja dan kursi. Jumlah tersebut akan dibagi dan disesuaikan dengan isi kelas, mengingat kelas yang digunakan bukan ruang standar kelas, namun menggunakan ruang BK, gudang, UKS, dan laboratorium.

Itu dilakukan sekolah, alasannya karena dalam aturan Kurikulum 13 (K-13), seluruh siswa harus mengikuti proses belajar mengajar pagi. Padahal kondisinya siswa SMPN tersebut cukup banyak. Jika dihitung, kelas VII saja mencapai 408 siswa. “Untuk anggarannya saya tidak tahu karena langsung dari dinas. Yang penting, karena kondisi mendesak seperti ini, harapannya ya segera direalisasikan sehingga siswa bisa belajar lebih nyaman,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Diknas Saifudin Zuhri mengatakan, dari anggaran PAK yang diterima mencapai Rp 80 juta tersebut akan difungsikan untuk pengadaan meja dan kursi. Terutama untuk SMPN 2 Tulungagung, di mana para siswa kelas VII kondisinya terpaksa belajar lesehan secara bergilir walaupun sudah menggunakan alas seperti karpet. “Ya anggaran itu untuk kondisi yang mendesak. Bahkan, kami sudah ada rancangan rekanan mana yang siap untuk mencukupi kebutuhan meja dan kursi tersebut, tinggal kapan cairnya,” katanya

Dia mengatakan, dari anggaran tersebut bisa mengadakan meja dan kursi untuk lima kelas. Rencananya empat kelas SMPN 2 Tulungagung dan satu kelas SMPN 1 Boyolangu. Itu karena pihaknya telah survei, jika kondisinya cukup memprihatinkan.

Seperti yang diberitakan, siswa kelas VII SMPN 2 Tulungagung tak dapat jatah tempat duduk maupun kursi akibat penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah tersebut. Hal itu membuat siswa terpaksa belajar lesehan di lantai.  Pada tahun ini, sekolah bakal mendapatkan gelontoran dana. Sebab, perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2017 ini, di pos Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung, ada dana pengadaan meja dan kursi baru sekitar Rp 80—100 juta untuk kebutuhan itu.  (*)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia