Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Puti Guntur Beri Kode 2

Jumat, 20 Apr 2018 09:19 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SERBA 2 : Cawagub Puti Guntur Soekarno dan Cabup Syahri Mulyo bersama warga Tulungagung. Puti juga mengampanyekan Jokowi 2 periode.

SERBA 2 : Cawagub Puti Guntur Soekarno dan Cabup Syahri Mulyo bersama warga Tulungagung. Puti juga mengampanyekan Jokowi 2 periode. (TIM PEMENANGAN GUS IPUL-PUTI FOR RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) nomor 2 Puti Guntur Soekarno kembali berkampanye di Tulungagung. Cucu Bung Karno itu ditemani Calon Bupati (Cabup) Syahri Mulyo dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Maryoto Birowo.

Puti menyampaikan “kode” 2 ketika bertemu warga Tulungagung. “Pilih 2 untuk Syahri Mulyo-Maryoto Birowo. Pilih 2 untuk Gus Ipul dan saya. Serta 2 periode untuk Presiden Jokowi,” kata Puti Guntur, Kamis (19/4).

Puti Guntur adalah politisi PDI Perjuangan (PDIP). Bersama PKB, PKS, dan Gerindra, PDIP mengajukan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Cawagub Puti Guntur Soekarno. Nomor pilihannya 2.

LINGKAR WILIS: Cawagub Puti Guntur Soekarno menerima karya lukisan dari Ketua DPRD Tulungagung Supriyono. Puti mendapat aspirasi untuk memperjuangkan realisasi proyek strategis Lingkar Wilis.

LINGKAR WILIS: Cawagub Puti Guntur Soekarno menerima karya lukisan dari Ketua DPRD Tulungagung Supriyono. Puti mendapat aspirasi untuk memperjuangkan realisasi proyek strategis Lingkar Wilis. (TIM PEMENANGAN GUS IPUL-PUTI FOR RADAR TULUNGAGUNG)

Dalam pilkada Tulungagung, PDIP mengajukan petahana Cabup Syahri Mulyo dan Cawabup Maryoto Birowo. Nomor pilihan 2. PDIP juga telah menetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Calon Presiden 2019. “Nanti di kertas suara, bapak-ibu, dan saudara sekalian, jangan lupa dengan kerudung merah. Coblos kerudung merah,” kata Puti Guntur Soekarno.

Saat kampanye, Puti juga didampingi Supriyono, Ketua DPRD Tulungagung. Mereka memulai dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kali Ngrowo. Puti bertemu para aktivis lingkungan, anak-anak mural, dan pelajar.

Kegiatan memperingati Hari Bumi yang jatuh 22 April 2018 digelar dan diinisiasi Komunitas Tunas Hijau. Ada kegiatan bersih-bersih sungai, lomba melukis, serta penambahan fasilitas selfie corner berupa lukisan tiga dimensi.

Puti terlihat gembira, mengingat lingkungan hidup menjadi hobi dan perhatiannya. Memasuki pelataran, Puti dipersilakan untuk menggoreskan kuas cat pada lukisan mural di atas paving. "Peringatan Hari Bumi ini sangat dekat dengan program Gus Ipul dan saya. Yaitu Kembang Sari atau pengembangan fasilitas lingkungan yang ramah terhadap anak, perempuan, dan juga lingkungan," kata Puti.

Dia mendorong kabupaten/kota di Jawa Timur untuk membuka ruang terbuka hijau. Begitu pula menjaga kelestarian dan kebersihan sungai. Sebab, sumber daya air diperlukan untuk berbagai kehidupan. Yakni pertanian, nelayan, petani tambak, industri, serta kebutuhan sehari-hari lainnya. “Peran pemerintah dan komunitas-komunitas warga yang berjuang untuk menjaga lingkungan, harus terus didorong,” ujar Puti Guntur.

Selesai dari kegiatan itu, Puti Guntur dan rombongan menuju kawasan wisata di Gunung Wilis. Dia menghadiri peresmian tempat wisata Tunjung Biru di Desa Geger, Kecamatan Sendang.  Kawasan Gunung Wilis di bagian Tulungagung disiapkan menjadi destinasi wisata alternatif, setelah Batu. Cawagub Puti Guntur Soekarno mendapat curhat dari warga untuk mempercepat infrastruktur jalan. “Sudah ada jalan tol dari Surabaya yang tembus Kertosono. Di Kediri juga akan dibangun bandara. Nanti akan dibangun jalan tol melintasi Kediri-Tulungagung. Diprediksi kelak Surabaya-Tulungagung hanya butuh 2 jam,” kata Syahri Mulyo, cabup petahana Tulungagung.

Tunjung Biru dibangun beberapa bulan terakhir oleh investasi swasta. “Dulu tempat pegunungan biasa. Hawanya sejuk. Suasana alamnya masih asli,” kata Supriyono, Ketua DPRD Tulungagung.

Untuk mencapai Tunjung Biru, melalui jalan berkelok-kelok dan menanjak. Kondisi jalannya jauh dari mulus. “Untuk menuju ke sini, fasilitas jalannya masih jauh dari memadai. Semoga ke depan bisa dibenahi,” kata Budi Santoso, ketua kelompok sadar wisata Tunjung Biru.

Dulu, kawasan itu tempat perkebunan teh di zaman Belanda. Kemudian ada Candi Penampihan, warisan Mataram Hindu. Masih ada air terjun Lawean. Berasal dari kata Jawa selawe, artinya dua puluh lima karena jumlah air terjunnya banyak. “Kami yakin, jika Gus Ipul dan Mbak Puti terpilih, bisa menjembatani dengan pemerintahan Pak Jokowi di pusat. Agar mempercepat realisasi proyek strategis nasional Lingkar Wilis,” kata Syahri.

Proyek Selingkar Wilis akan menyatukan enam daerah: Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, dan Kediri. Atau disingkat Tunggal Rogo Mandiri. Realiasi proyek itu akan memicu banyak efek ekonomi dan perubahan sosial.

Terkait itu, Cagub Saifullah Yusuf dan Cawagub Puti Guntur Soekarno mempunyai rencana kebijakan Seribu Desa Wisata atau Seribu Dewi. Yakni mendorong munculnya desa-desa wisata di Jawa Timur.

Puti Guntur mendukung upaya mendesain Tulungagung menjadi destinasi wisata “Batu kedua” karena keadaan alamnya yang mendukung. Dia bahkan menyebut Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono telah berkomitmen untuk merealisasi Lingkar Wilis. “Menteri PU, Pak Basuki telah berjanji akan mewujudkan Selingkar Wilis. Karena ini menjadi proyek strategis nasional,” kata Puti Guntur Soekarno.

Cucu Bung Karno itu berpesan pada warga Tulungagung dengan “kode 2”. “Mohon dukungan untuk nomor 2 bagi SahTo, nomor 2 untuk Gus Ipul dan saya, dan Pak Jokowi 2 periode,” kata Puti.

Puti melihat munculnya desa wisata akan punya efek berantai. Seperti Desa Geger, Sendang. Setelah disulap menjadi Desa Wisata, muncul ibu-ibu rumah tangga yang berjualan. “Dulu sepi,” kata Waljinah, penjual makanan. Kawasan Sendang juga menghasilkan susu, sebanyak 100 ton sehari dari para peternak. “Kelak pasti muncul rumah-rumah industri kecil, yang mengolah bahan baku susu menjadi produk olahan lain,” kata Puti. (*/ed/and)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia