Jumat, 17 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Lapak Sementara Dipertanyakan Pemdes

Kamis, 26 Jul 2018 14:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MINIMALIS: Rangka bangunan berjualan sementara di Pasar Desa Kalidawir yang terbuat dari bambu yang difoto pada Kamis (19/7) lalu.

MINIMALIS: Rangka bangunan berjualan sementara di Pasar Desa Kalidawir yang terbuat dari bambu yang difoto pada Kamis (19/7) lalu. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Bangunan jualan sementara di area Pasar Desa Kalidawir yang hanya terbuat dari bambu dan beratapkan terpal sempat dipertanyakan pemerintah desa setempat. Mereka menganggap bangunan tersebut kurang layak. Meskipun akhirnya, mereka menerima alasan dari pihak terkait jika itu sudah sesuai ketentuan pada proyek yang disediakan pagu anggaran Rp 864,5 juta itu.

Kepala Desa Kalidawir Sugeng Purnomo mengatakan, saat ini memang masih tahap awal proses pembangunan pasar yang berada di timur Puskesmas Kalidawir itu. Pihaknya terlebih dulu cawe-cawe dengan menguruk area calon bangunan agar lebih mudah untuk dibangun.

“Pembangunan fisik belum karena masih harus diuruk dulu dan menggunakan anggaran desa,” katanya kemarin (25/7).

Menurut dia, pembangunan baru dimulai setelah survei lokasi dilakukan. Hari ini (kemarin, Red) survei dari dinas maupun kontraktor sudah dilakukan.

“Tidak ada permasalahan untuk lokasi,” jelasnya.

Sugeng-sapaan akrabnya-melanjutkan, pihaknya sebenarnya sempat mempertanyakan kenapa lokasi jualan sementara terkesan dibuat seadanya. Yakni dengan rangka bambu dan ditutupi terpal. Padahal, awalnya dia membayangkan bagian atap menggunakan asbes atau seng agar lebih nyaman untuk berjualan, walaupun ukurannya hanya tiga kali 24 meter.

“Namun, pihak dinas sudah memberi pengertian jika itu sudah seperti ketentuan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, lokasi berjualan itu bakal ditempati 12 pedagang saja. Yakni warga yang setiap hari menjajakan komoditas daerah setempat, seperti sayur mayur, telur, dan lain sebagainya. Mereka harus berjualan dengan kondisi seadanya hingga Oktober mendatang atau sesuai dengan batas akhir pembangunan pasar yang digelontor dana dari pemerintah pusat itu.

“Kami berharap, pembangunan bisa secepatnya selesai. Sehingga kawasan tersebut bisa semakin ramai dan roda perekonomian semakin berputar,” tandasnya. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia