Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Sekjen PB IDI: Seluruh Warga Indonesia Aman Jika Meniru Tulungagung

09 Agustus 2018, 14: 43: 19 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERKESAN: Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Supriyanto Sp.B (kanan), beri penjelasan kepada Sekjen PB IDI dr. M. Adib Khumaidi Sp.OT (baju putih), didampingi dr. Bobi Prabowo Sp.EM.

TERKESAN: Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Supriyanto Sp.B (kanan), beri penjelasan kepada Sekjen PB IDI dr. M. Adib Khumaidi Sp.OT (baju putih), didampingi dr. Bobi Prabowo Sp.EM. (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

TULUNGAGUNG- Sekretaris Jenderal PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat, dr. M. Adib Kumaidi Sp.OT, angkat topi atas pengelolaan Instalasi Unit Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Jika seluruh rumah sakit bisa meniru, seluruh warga Indonesia dipastikan akan merasa aman.

Dalam kunjungannya di RSUD dr. Iskak Tulungagung pagi kemarin (6/8), dr. M. Adib Kumaidi Sp.OT, melihat secara langsung proses pelayanan di IGD dan ruang pengendali Public Safety Centre (PSC).

“Ini konsep yang sejak dulu kami cita-citakan,” kata Adib Kumaidi.

Dikatakan Adib Kumaidi, organisasi IDI sejak lama mengharapkan direalisasikannya program PSC di seluruh Indonesia.

Konsep itu bahkan telah dideklarasikan di Muktamar IDI VIII di Makassar untuk membentuk safety community yang mengintegrasikan IGD dan PSC.

Sebab konsep safety community hanya bisa diterapkan jika layanan kegawatdaruratan dan sistem PSC yang mengintegrasikan semua unit rumah sakit, kepolisian, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dan pemadam kebakaran sudah berjalan. 

Seluruh konsep tersebut, sudah terealisasi di Kabupaten Tulungagung. Masyarakat tak perlu risau soal layanan kesehatan dan ancaman situasi darurat.

“Itu semua sudah diwujudkan di Tulungagung dan harus menjadi rujukan seluruh daerah di Indonesia,” ujarnya.

Satu hal lagi yang membuat Sekjen PB IDI ini geleng kepala, adalah konsepsi layanan kesehatan tersebut justru lahir di daerah terpencil.

Keberadaan Tulungagung yang jauh dari ibu kota ternyata bukan menjadi penghalang untuk membangun layanan kesehatan bertaraf internasional.

Karena itulah, Adib Kumaidi menyatakan program ini patut dan wajib menjadi percontohan seluruh rumah sakit di Indonesia.

“Kami secara pribadi dan organisasi sangat bersyukur bisa menyaksikan langsung layanan IGD dan PSC di Tulungagung. Tentu berita ini akan kami sampaikan ke seluruh dokter di Indonesia agar ditiru,” katanya.

Kunjungan Sekjen PB IDI Pusat yang berlangsung tiga jam di RSUD dr. Iskak Tulungagung ini telah membawa dampak positif bagi seluruh jajaran rumah sakit.

Apresiasi yang diberikan IDI kepada kinerja rumah sakit tentu meningkatkan semangat kerja untuk terus berinovasi.

Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Sp.B. FINACS, mengatakan, layanan IGD dan Public Safety Centre di Tulungagung terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

Bahkan saat ini RSUD dr. Iskak telah meluncurkan layanan sindroma koroner akut terintegrasi (LASKAR) untuk menangani pasien serangan jantung.

“Program ini masuk top 99 inovasi terbaik nasional,” katanya.

LASKAR adalah pengembangan sistem PSC yang ditargetkan menurunkan angka kematian akibat serangan jantung.

Peringatan WHO yang menyebut penyakit ini sebagai pembunuh nomor satu di dunia patut disikapi oleh masyarakat, terutama petugas medis rumah sakit.

Layanan penanganan jantung RSUD dr. Iskak ini telah diakui oleh Perhimpunan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (PERKI) sebagai rumah sakit daerah dengan layanan jantung paling komprehensif.

Bahkan tindakan pertolongan terhadap pasien jantung bisa dilakukan sejak di rumah, ambulan, dan IGD dengan kemampuan memasang ring jantung. (*/wen)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia