Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Bupati Emil Tandai Pembangunan Jalan Setelah 10 Tahun Tak Tersentuh

Munjungan-Watulimo dan Panggul-Munjungan

10 Agustus 2018, 08: 45: 19 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Bupati Emil Tandai Pembangunan Jalan Setelah 10 Tahun Tak Tersentuh

TRENGGALEK – Terhubungnya jalan Prigi-Popoh yang pembangunannya dilaksanakan oleh pemerintah pusat, tahun ini juga harus memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat pesisir selatan Trenggalek.

Tidak hanya bagi masyarakat di Kecamatan Watulimo, tapi juga harus bisa membuka akses ekonomi bagi masyarakat di Kecamatan Panggul, Munjungan, dan Kabupaten Trenggalek pada umumnya.

Dari tujuan inilah, pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, MSc–H. Moch Nur Arifin, pada tahun anggaran 2018 ini menganggarkan dana peningkatan pembangunan jalan dengan nilai tertinggi yang pernah ada.

Sebesar Rp 7,5 miliar akan digunakan untuk pembangunan jalan Munjungan-Watulimo dan Panggul-Munjungan.

Tepatnya Karanggandu Watulimo-Paldapalang-Bangun Munjungan dan Craken-Ngulungkulon-Nabakan Panggul.

Menandai dimulainya pembangunan peningkatan jalan tersebut, kemarin Bupati Emil Dardak melakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan di Paldaplang, Kecamatan Munjungan. Seperti diketahui, jalur-jalur tersebut berada di area dengan kondisi jalan yang cukup berat.

Bupati menyampaikan terima kasihnya kepada legislatif yang telah menyetujui dalam menetapkan prioritas anggaran.

Dengan dibangunnya jalan lintas pantai selatan (pansela) yang menghubungkan Popoh–Prigi melalui bantuan dana dari Islamic Development Bank (IDB) ini, kata bupati, maka urgensi untuk pembangunan jalan dari Kecamatan Watulimo terhubung dengan Kecamatan Munjungan dan Kecamatan Munjungan dengan Panggul menjadi lebih tinggi.

Bupati berharap, pengembangan di Prigi, Kecamatan Watulimo ini bisa dinikmati sebesar-besarnya oleh masyarakat Trenggalek, bukan malah tersedot ke luar Trenggalek.

Lebih lanjut, kata bupati, pembangunan jalan juga mendukung cita-cita pemerintah untuk menghubungkan koridor Yogyakarta-Malang, dengan Trenggalek berada di tengah-tengahnya.

"Trenggalek berada di posisi strategis untuk pengembangan dan peningkatan kawasan selatan Jawa Timur. Karena arus barang yang keluar masuk Trenggalek menjadi mudah, begitu juga peningkatan pariwisata Trenggalek, di mana banyak destinasi wisata yang bisa ditawarkan dan dinikmati," ujar bupati.

Dalam acara yang berlangsung di Paldaplang, Desa Bangun, Kecamatan Munjungan kemarin, hadir juga anggota Komisi V DPR RI Dr Gatot Sudjito, MSi, Kepala Dinas PUPR Trenggalek Ir Moh. Soleh, pimpinan dan beberapa anggota DPRD Trenggalek, para muspika, dan tokoh masyarakat Trenggalek. (tin)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia