Jumat, 17 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Tingkatkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak, Bentuk PUSPA

Jumat, 10 Aug 2018 08:52 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TINGKATKAN PERAN : Cristina saat menjelaskan rencana kedepan aksi PUSPA Kabupaten Trenggalek.

TINGKATKAN PERAN : Cristina saat menjelaskan rencana kedepan aksi PUSPA Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK - Menyukseskan program Three Ends sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Trenggalek memfasilitasi pembentukan forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA).

Dengan dibentuknya forum ini, diharapkan perencanaan pembangunan mulai dari desa, kecamatan, dan kabupaten bisa sinergi dalam merespons permasalahan gender.

Bertempat di ruang Arjuna kantor Bappedalitbang Kabupaten Trenggalek, digelar Rapat Sosialisasi, Pembentukan PUSPA Kabupaten Trenggalek, dan Intervensi Penanganan Stunting.

”Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus konsisten mendukung peningkatan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Perluasan cakupan layanan ke depan harus terus dilakukan. Berbagai permasalahan seperti stunting, kami telah susun strategi konvergensinya.” ujar Akbar Novianto HP, SPi, MSi, Kabid Sosial, Budaya, dan Pemerintahan Bappedalitbang dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut.

Hadir dalam rapat kemarin selaku narasumber Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur drg Rochendah Soetarmiati, MKes, yang memaparkan tentang PUSPA.

Peserta terdiri dari perwakilan dinas terkait, organisasi wanita, organisasi keagamaan, lembaga profesi, dunia usaha, dan lembaga masyarakat.

Rochendah menyampaikan, goal dari pembentukan PUSPA adalah meningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut serta menangani permasalahan yang ada di wilayah. Ada tiga pilar yang turut berperan, yakni pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

”Kalau kita kerja sendiri dari unsur pemerintah, lalu ditanyakan masyarakat perannya apa, dunia usaha  perannya apa. Padahal kelompok inilah yang ada dalam permasalahan di wilayah ini. Karena itu, semua pilar harus bekerja sama di dalam satu wadah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, ” kata Rochendah.

Selanjutnya, ini juga untuk mengintegrasikan mind set gender pada perencanaan anggaran, yang akan dikawal Bappedalitbang Kabupaten Trenggalek.

”Jadi di setiap rupiah yang dianggarkan ini untuk mengatasi masalah yang ada. Jadi, bukannya membuat kegiatan bagus, kegiatan ini ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tentunya ini juga harus ada dukungan dan komitmen kepala daerah untuk. menjalankannya, ” jelas Rochendah.

Selanjutnya, Rochendah menjelaskan, ada enam urusan yang bisa ditangi PUSPA, meliputi peningkatan kualitas hidup perempuan, perlindungan perempuan, perlindungan keluarga, sistem data gender dan anak, pemenuhan hak anak, dan perlindungan khusus anak.

”Untuk suburusan dan kewenangan, bisa dijabarkan nanti, PUSPA Trenggalek melakukan kewenangan urusan apa,” kata Rochendah.

Program Three Ends meliputi akhiri kekerasan terhadap perempuan, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan akses ekonomi perempuan.

”Berikutnya ada Three Ends Plus, yaitu plus akhiri kesenjangan akses politik perempuan,” lanjut Rochendah.

Senada disampaikan Wakil Ketua Penggerak PKK Trenggalek Novita Hardini. Dengan hadirnya PUSPA Kabupaten Trenggalek, diharapkan ke depan perencanaan pembangunan mulai dari desa, kecamatan, dan kabupaten bisa sinergi dalam merespons permasalahan gender.

”Agar Kabupaten Trenggalek menjadi sebuah kabupaten yang masyarakatnya sejahtera, terutama kaum perempuan dan masa depan anak yang gemilang,” kata Novita Hardini.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek Christina Ambarwati, SSos, menyampaikan, setelah pembentukan PUSPA Kabupaten Trenggalek, action selanjutnya adalah intervensi penanganan stunting di Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan.

Desa Botoputih dipilih, karena selain temuan stunting di desa tersebut, juga belum lama mendapatkan penghargaan nasional Pelita (Peduli Balita).

”Namun, masalah tidak bisa hanya ditangani Persit dan Bu Camat saja, mari kita lebih meningkatkan peran kita,” ucap Christina. (tin)

KOMPAK SUKSESKAN THREE ENDS : Sebagian anggota PUSPA Kabupaten Trenggalek  siap melangkah  intervensi penanganan stunting sebagai langkah awal sejahterakan anak di Trenggalek.

KOMPAK SUKSESKAN THREE ENDS : Sebagian anggota PUSPA Kabupaten Trenggalek siap melangkah intervensi penanganan stunting sebagai langkah awal sejahterakan anak di Trenggalek.

SINERGI : Anggota PUSPA Kabupaten Trenggalek dari tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang bersinergi memecahkan masalah perempuan dan anak di Trenggalek

SINERGI : Anggota PUSPA Kabupaten Trenggalek dari tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang bersinergi memecahkan masalah perempuan dan anak di Trenggalek

SINERGI : Anggota PUSPA Kabupaten Trenggalek dari tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang bersinergi memecahkan masalah perempuan dan anak di Trenggalek

SINERGI : Anggota PUSPA Kabupaten Trenggalek dari tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang bersinergi memecahkan masalah perempuan dan anak di Trenggalek

SINERGI : Anggota PUSPA Kabupaten Trenggalek dari tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang bersinergi memecahkan masalah perempuan dan anak di Trenggalek

SINERGI : Anggota PUSPA Kabupaten Trenggalek dari tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang bersinergi memecahkan masalah perempuan dan anak di Trenggalek

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia