Minggu, 21 Oct 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Naik Ojek, Datangi Selingkuhan, Digerebek Warga

Jumat, 10 Aug 2018 11:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

GRAFIS PENGGEREBEKAN

GRAFIS PENGGEREBEKAN

TULUNGAGUNG - Perbuatan Bulan (nama samaran), 35, warga Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, tak pantas ditiru. Sebab, dia nekat memasukkan Bintang (nama samaran) ke rumahnya. Yakni pada Rabu (8/8) malam. Diduga, Bintang, 43, adalah pria idaman lain (PIL). Padahal, Bulan dan Bintang sama-sama sudah berkeluarga. Namun, ketika Bintang datang ke rumah Bulan, suami Bulan tidak ada karena bekerja ke luar daerah.

Diduga, kedatangan Bintang, warga Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, ke rumah Bulan sudah diketahui warga sejak lama. Warga pun beramai-ramai menggerebek. Mereka berdua lantas digelandang ke kantor balai desa setempat untuk dimintai keterangan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, Bintang tiba di rumah ibu dua anak itu sekitar pukul 22.30. Dia menumpang ojek. Warga yang melihat sempat curiga, mengapa ada laki-laki datang ke rumah Bulan. Terlebih hari sudah larut malam. Akhirnya, warga mendatangi rumah Bulan. Tujuannya, memastikan kedatangan pria tersebut.

Kecurigaan warga semakin besar. Sebab, pintu rumah ditutup. Pemilik rumah juga tak kunjung membuka ketika warga datang. Karena dianggap tidak etis bertamu malam-malam, warga terus mengetok pintu rumah tersebut.

Sekitar pukul 23.30, barulah Bulan membukakan pintu. Namun saat itu warga tidak melihat pria yang dimaksud berada di dalam rumah. Atas izin pemilik, akhirnya warga mencarinya. Ternyata, ada seorang pria yang bersembunyi di dalam kamar.

Mengetahui itu, warga sepakat menyerahkan keduanya kepada perangkat desa setempat. Sekitar pukul 05.00 WIB, keduanya diarak ke balai desa dengan berjalan kaki sejauh sekitar 1 kilometer.

Kepala Desa Ngranti Yulianto membenarkan ada kejadian tersebut. Namun, dia baru mengetahui pada Kamis pagi. “Saya baru diberi tahu pagi tadi (kemarin, Red). Saat itu perangkat desa mengatakan, keduanya akan dibawa ke kantor,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan di balai desa, mereka mengaku sudah lama menjalin perselingkuhan, meski masing-masing telah memiliki pasangan hidup yang sah. “Karena masing-masing memiliki suami dan istri, kami tidak berani mengambil sikap. Kami serahkan kasus tersebut ke kepolisian,” terangnya.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kapolsek Boyolangu AKP Pudji Widodo mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus itu kepada Polres Tulunaggung. Anggota Polsek Boyolangu juga sudah mengamankan aksi penggerebekan tersebut sehingga tidak terjadi main hakim sendiri.

Dia menceritakan, setelah digerebek, dua pasangan bukan suami istri itu dibawa ke ketua RT. Selanjutnya ke balai desa. Babinkamtibmas dan anggota piket Polsek Boyolangu kemudian mengamankan pasangan itu. “Diamankan dan diperiksa di Polsek Boyolangu,” jelasnya. (wen/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia