Jumat, 17 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Razia Kos, Amankan Empat Pasang

Jumat, 10 Aug 2018 12:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TELITI: Personel satpol PP memeriksa identitas setiap penghuni rumah kos ketika razia kemarin (9/8).

TELITI: Personel satpol PP memeriksa identitas setiap penghuni rumah kos ketika razia kemarin (9/8). (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

TULUNGAGUNG - Empat pasangan bukan suami istri yang berada dalam satu kamar, diamankan Satpol PP Tulungagung kemarin (9/8) saat menggelar razia gabungan bersama polisi dan TNI. Semua pasangan mesum itu langsung dibawa ke kantor satpol PP untuk pendataan dan sanksi.

Razia rumah kos yang dimulai sekitar pukul 13.00 itu menyasar enam titik. Di antaranya rumah kos di wilayah Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung; Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru; Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru; dan Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung.

Lokasi pertama yakni di daerah Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung. Puluhan personel dari tim gabungan langsung memeriksa seluruh kamar kos. Namun, belum ada pasangan yang diamankan. Lokasi berikutnya, rumah kos di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru.

Di sana, identitas penghuni kos diperiksa. Diketahui, ada satu pasangan mesum berada di dalam satu kamar. Mereka pun langsung diminta ikut ke kantor.

Begitu juga di salah satu rumah kos di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru. Di sana, berhasil diamankan dua pasangan mesum. Satu pasangan lain berhasil diketahui petugas di salah satu rumah kos di kawasan Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung.

Tidak jarang, para pasangan itu ketika dirazia hanya memakai baju yang minim.

Humas Satpol PP Tulungagung Nindya Putra menyatakan, razia sengaja digelar karena banyak laporan dari masyarakat. Yakni tidak sedikit pasangan muda-mudi bukan suami istri sah, berada dalam satu kamar. Bahkan, disinyalir ada yang meminum minuman keras.

“Kami tindaklanjuti laporan masyarakat. Hasilnya, ada empat pasang bukan suami istri,” ujarnya.

Dari data satpol PP, semua pasangan yang diamankan sudah berusia di atas 17 tahun. Statusnya bukan lagi pelajar, melainkan mahasiswa dan pekerja swasta.

“Kami data dan berikan sanksi, termasuk nanti kami panggil keluarganya,” ungkapnya.

Bagaimana terkait izin rumah kos? Pria ramah itu mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ternyata semua rumah kos yang dirazia belum memiliki izin resmi. Karena itulah, pihak satpol PP meminta pengelola atau pun pemilik rumah kos untuk segera mengurus izin. Jika masih membandel, bakal ditutup.   

SR, salah seorang wanita yang terjaring razia mengaku, dirinya sudah menikah siri dengan pasangannya, yakni AH.

Dia pun sempat menolak saat diminta ikut ke kantor satpol PP. Namun, karena tidak bisa menunjukkan bukti, maka SR dan AH kekasihnya harus ikut bersama satpol PP untuk pendataan dan pengarahan. (wen/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia