Senin, 25 Mar 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Truk

29 Agustus 2018, 10: 49: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

NAHAS: Kondisi sepeda motor korban setelah terlindas truk.

NAHAS: Kondisi sepeda motor korban setelah terlindas truk. (AGUS DWIYONO/ RATU)

TULUNGAGUNG- MuhammadMiftahul Arif,warga DesaMaesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, termasuksopirnekat. Meski warga sudah memperingatkan untuktidakmelintas di salah satu gang di Desa Tulungrejo,KecamatanKarangrejo, karena sempit dan menanjak, tetap saja  mengambilruteitu untuk mengangkutpasir.

Tak pelak, truk nomor polisi (nopol) AG 9532 AA diduga sudah tua dan melebihi muatan. Sekitar pukul 12.00 kemarin (28/8) melorot.   

Dari situlah muncul petaka, tanpa disadari oleh Arif, sapaan akrabnya. Di belakang truk bermuatan pasir itu, ada tiga orang mengendarai motor nopol AG 4482 SZ, yang dikemudikan Siti Ngasrotin, 44, memboceng  Susilo, 4, dan Bandiyah, 61. Mereka bertiga warga Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Tulungagung, Siti Ngasrotin tewas di tempat setelah terlindas truk. Sedangkan anaknya, Susilo, mengembuskan napas terakhir tak lama setelah berada di ruangan red zone RSUD dr Iskak Tulungagung. Beruntung, Bandiyah selamat dari peristiwa nahas tersebut.

Warga setempat, Murani mengaku, waktu kejadian berada di rumah dan mendengar benturan keras. Merasa penasaran, spontan keluar rumah untuk memastikan kejadian tersebut. “Lokasi kecelakaan tepat berada di samping rumah. Yakni sekitar pukul 12.00 atau waktu orang istirahat,” ungkapnya.

Mengetahui ada orang di bawah kolong truk, dirinya bersama warga lain pun bergegas menolong Bandiyah dan cucunya, Susilo. Nasib pengemudi motor, Siti Ngasrotin, tewas di lokasi. “Nenek dan cucunya berhasil dikeluarkan dari kolong truk. Namun ibu dari Susilo tewas di lokasi kejadian setelah tubuhnya penyet,” ungkapnya.

Diperkirakan, lanjut dia, kejadian bermula saat truk melintas di gang tersebut. Di saat bersamaan, ada pengendara sepeda motor. Tak disangka, ketika mencoba melintas di tanjakan, tiba-tiba truk mundur. “Motor sempat berhenti untuk menunggu truk lewat. Jarak motor dengan truk sekitar lima meter,” ungkapnya.

Warga lainnya, Juaeri menjelaskan, evakuasi korban terjepit truk dilakukan sekitar dua jam lebih. Lantaran posisi korban terjepit antara tembok rumah warga dan bodi truk bagian belakang. “Warga menunggu polisi dan menurunkan muatan truk sehingga proses pertolongan butuh waktu lama,” jelasnya.

Masih menurut dia, untuk korban selamat dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung. “Dari informasi yang beredar di masyarakat, mereka itu hendak memijatkan Susilo ke rumah dukun pijat,” ujarnya.

Dia tak memungkiri jika sebelum truk melintasi gang, sopir sudah disarankan warga untuk mencari jalan lain. Alasannya, jalan sempit dan menanjak. “Diperparah muatan truk berlebihan,” jelasnya.

Kanit Laka Polres Tulungagung Ipda Dion Fitrianto mengatakan, kecelakaan melibatkan truk dan sepeda motor. Akibatnya, korban atas nama Siti Ngasrotin, tewas di lokasi kejadian setelah tertabrak bodi truk.

Selain itu, Susilo, anak korban, meninggal saat mendapat perawatan di RSUD dr Iskak. “Sementara untuk nenek korban selamat dan mengalami luka ringan,” jelasnya. (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia