Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Travelling

Nikmati Kota Jakarta dari Ketinggian 132 Meter

Jumat, 05 Oct 2018 11:01 | editor : Didin Cahya FS

KOKOH BERDIRI : Bangunan Tugu Monas yang masih menjulang hingga kini.

KOKOH BERDIRI : Bangunan Tugu Monas yang masih menjulang hingga kini. (DIDIN CAHYA FS/RATU)

JAKARTA - Tentu siapa tidak mengetahui destinasi wisata di Ibu Kota Indonesia ini. Ya, Tugu Monumen Nasional (Monas) hingga kini masih memiliki daya tarik tersendiri sejak dibuka untuk umum tahun 1975. Selain merupakan bangunan khas di nusantara, juga memiliki sejarah terkait kemerdekaan bangsa dengan ribuan pulau ini.

Untuk mengunjungi Tugu Monas, akses mudah di dapat. Lewat bandara, terminal, lantas ketersedian go car secara online akan bisa menuju ke lokasi tersebut.

Namun, Stasiun Gambil adalah tempat strategis sebagai lokasi untuk bisa sampai ke Tugu Monas. Sebab berada tepat di sisi utara stasiun. Jadi cukup dengan berjalan bisa sampai.

LORONG MASUK : Anak-anak tampak berjalan di terowongan untuk akses menuju bangunan utama Tugu Monas.

LORONG MASUK : Anak-anak tampak berjalan di terowongan untuk akses menuju bangunan utama Tugu Monas. (DIDIN CAHYA FS/RATU)

Agar tidak bingung, lebih baik melewati pintu utama Tugu Monas. Di situ akses ke bangunan utama bisa dengan mudah dilewati.

Di jalur pintu masuk, ada dereta  makanan maupun oleh-olah khas Jakarta disediakan pedagang.

Jika sudah melintas deretan tersebut, berjarak sekitar 250 meter akan sampai di pintu masuk Tugu Monas.

Untuk lokasi pembelian tiket, berada di lantai bawah tanah. Harga masuk tergantung usia mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Jika sudah membeli tiket, akan mendapatkan kartu elektronik untuk bisa masuk ke bangunan utama dan melewati pemeriksaan petugas.

Meski demikian tak mudah untuk bisa ke puncak Tugu Monas setinggi 132 meter. Selain antre, jarak antara loket masuk dan menuju lift butuh tenaga.

Bahkan lift tidak bakal naik jika antrean kurang dari 200 orang. "Jika pertama kali datang akan bingung, mencari pintu masuk sulit. Apalagi siang hari panas. Tapi pengunjung tetap membeludak, " terang Adi Nugroho, Kamis(4/10).

Lelah pun bisa terbayar. Hutan kota di sekitar Tugu Monas bisa untuk berteduh dan bercengkrama dengan kerabat sejenak.

(rt/did/did/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia