Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Dewan Disambati Pedagang Pasar Pon yang Ingin Segera Tempati Relokasi

Selasa, 23 Oct 2018 10:03 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENDENGARKAN : Ketua Komisi II DPRD Trenggalek bercakap-cakap dengan pedagang terdampak kebakaran pasar pon, kemarin (22/10).

MENDENGARKAN : Ketua Komisi II DPRD Trenggalek bercakap-cakap dengan pedagang terdampak kebakaran pasar pon, kemarin (22/10). (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Lamanya proses relokasi terhadap pedagang terdampak kebakaran pasar Pon tak urung menyulut perhatian dewan. Kemarin (22/10), komisi II turun ke lapangan  melihat kondisi terkini  pedagang. Hasilnya, didapati sejumlah keluhan dan kekhawatiran pedagang mengenai saran relokasi yang disediakan  pemkab ini.

Pantauan koran ini, setelah melihat kondisi fisik bangunan relokasi dan eks pasar pon yang terbakar, komisi II dewan menyapa para pedagang yang menjajakan dagangan di seputaran jalan Dewi Sartika.

Rombongan yang berjumlah tak kurang dari lima orang ini berpencar setibanya di lokasi jualan pedagang. Ada yang menyapa pedagang jajanan khas, ada juga yang bertanya-tanya kepada pedagang kain dan buah.

"Besok (hari ini,red) kami panggil dinas, klarifikasi, kapan relokasi bisa ditempati,” ujar Mugianto, Ketua Komisi II, seusai bercakap-cakap dengan pedagang.

Pihaknya mengaku menerima banyak keluhan dari pedagang. Intinya,  pedagang ingin segera menempati sarana perdagangan yang aman dan nyaman. Di sisi lain,  sebelumnya para pedagang ini dijanjikan bisa segera menempati sarana relokasi, pasca musibah kebakaran pasar Pon .

“Sudah hampir dua bulan lho belum pindah ke lokasi relokasi,” ungkapnya.

Menurut Mugianto, dampak  ketidakjelasan ini ada sejumlah  pedagang yang memperbaiki kios atau toko mereka yang terbakar. Selain itu, ada beberapa harapan yang disampaikan pedagang mengenai sarana pendukung di lokasi relokasi tersebut.

Sebab, bangunan yang ada kini cukup terbuka dan rawan terkena hujan. “ Terus terang kami menyesalkan hal ini, apakah dalam perencanaan dulu tidak terpikirkan jika turun hujan sehingga bangunan dibuat seperti itu,”  ungkapnya.

Pria ramah ini juga sependapat dengan usulan pedagang jika ada tambahan talang air antar los pedagang. Dengan demikian, aktivitas di pasar tersebut lebih aman dari panas maupun hujan. Tak hanya itu, dengan adanya tambahan tersebut, otomatis barang dagangan pun kian aman dari cuaca.

Di lokasi yang sama, Suwarti seorang pedaang kain berharap akses mobilitas di dalam lokasi relokasi juga dipertimbangkan kembali. Menurut dia, akses atau jalur di dalam pasar ini hanya satu arah.

Itu karena los dibuat berjajar, sehinga akses untuk pengujung pasar hanya satu jalur. Pihaknya khawatir hal ini akan membawa dampak untuk kios atau lapak di bagian ujung. “  Pintu masuknya hanya dari utara, terus yang selatan ya kemungkinan sepi,” ucapnya.

Pihaknya berharap jika masih memungkinkan dibuka akses untuk mempermudah mobilitas dalam pasar. Artinya dibuka jalur dari barat ke timur, sehingga memudahkan aktivitas di pasar nanti. (hai/and)

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia