Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Nanang Wahyudianto, Perajin Seni Grafis Cukil Kayu

Kamis, 25 Oct 2018 13:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TELATEN: Nanang Wahyudianto saat memperlihatkan hasil seni grafis cukil kayu kemarin (24/10).

TELATEN: Nanang Wahyudianto saat memperlihatkan hasil seni grafis cukil kayu kemarin (24/10). (NANANG WAHYUDIANTO FOR RATU)

Warga Kota Marmer ini masih jarang yang menggeluti seni grafis cukil kayu atau woodcut. Namun, Nanang Wahyudianto, warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, ini bisa mendapat pundi-pundi pendapatan dari kerajinan yang ditekuni tersebut.

AGUS DWIYONO

Meski tergolong barumenggeluti seni grafis cukil kayu, Nanang Wahyudiantokerap mendapat pesanan hingga luar kota.

“Sejak 2014 lalu mengenal kerajinan ini, tapi setahun lalu berniat menjual karya,” ungkapnya saat ditemui kemarin (24/10).

Nanang -sapaan akrab- Nanang Wahyudianto mengaku mulai mengenal seni grafis cukil kayu sejak lima tahun silam atau saat aktif bergabung dengan teman-temannya komunitas seni di Jogjakarta maupun Solo.

“Saya tidak kuliah seni rupa, tapi banyak teman-teman di komunitas seni,” jelasnya.

Dia mengenal anggota komunitas seni saat diajak workshop tentang pelatihan membuat proses pembuatan seni grafis. Dari situlah mulai tertarik kerajinan tersebut. Sebab, proses pembuatan dengan cara dicukil.

Berselang beberapa tahun kemudian, dirinya mulai mendalami dengan sering berlatih seni grafis cukil.

Dia mulai berani menerima pesanan di Tulungagung sejak satu tahun lalu.

Bahan digunakan membuat karya itu yakni dari dari kayu yang mirip tripleks, tapi lebih tebal dan tidak berserat. Bahan lainnya yakni alat cukil khusus dan tinta.

Menurut dia, butuh ketelatenan dan keuletan membuat karya seni grafis kayu cukil. Bagi pemula, belajar dua hingga tiga hari sudah bisa membuat.

“Tapi kalau hanya mencoba sekali sampai dua kali hasilnya tidak akan bisa maksimal,” jelasnya.

Dia mengaku, pemesan karyanya didominasi remaja yang ingin buat kado ulang tahun atau wisuda. Harga yang diberikan pun sesuai per wajah.

Dalam membuat satu pesanan, pria dengan tubuh gembul itu dapat menyelesaikan selama tiga hari atau tergantung dengan tingkat kesulitan.Mematok harga sekitar Rp 100 ribu, hitungannya per wajah. Jika rumit, harga akan menyesuaikan,” ungkapnya.

Selain warga lokalyangpesan, beberapakalidia mengirimkaryanya ke kotalain. SepertiSurabaya,Cilacap,Jakarta,danlain-lain.

“Di Tulungagung belum ada (seni grafis cukil kayu). Saya mencari komunitasnya saja sulit,” jelasnya. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia