Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Waduh... Puluhan Siswa SMKN 1 Tulungagung Lesehan

25 Oktober 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

SEMENTARA: Kondisi laboratorium yang dipakai untuk ruang kelas. Siswa terpaksa lesehan karena belum ada kursi dan meja.

SEMENTARA: Kondisi laboratorium yang dipakai untuk ruang kelas. Siswa terpaksa lesehan karena belum ada kursi dan meja. (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

TULUNGAGUNG – Puluhan siswa kelas X SMKN 1 Tulungagung terpaksa duduk lesehan saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas. Sebab, tak semua kelas di sekolah yang dikenal dengan sebutan SMK Pertanian itu, memiliki meja dan kursi untuk siswa.

Berdasar informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, belum adanya meja dan kursi untuk siswa itu, salah satunya karena ada penambahan dua jurusan baru. Yakni Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) dan Pengawasan Mutu Hasil Pertanian (PMHP).

Dari pantauan di lokasi, ada puluhan siswa yang belajar lesehan. Semua siswa kelas X. Mereka sementara ditempatkan di ruang laboratorium pengolahan. Bersebelahan dengan laboratotium, tapi dalam satu gedung. Laboratorium tersebut juga belum bisa dipakai karena pembangunannya baru selesai. Kini masih dipasang berbagai perlengkapannya. Lokasi lain yang juga dipakai untuk ruang kelas yakni aula.

“Senin sampai Jumat di sini (laboratorium, Red). Belajar lesehan. Tapi diinfokan kursi dan meja bakal segera datang,” ungkap salah seorang siswa yang enggan namanya disebutkan.

Waka Humas SMKN 1 Tulungagung Santika tidak menampik ada siswa kelas X yang belajar lesehan. Itu karena jumlah meja dan kursi belum memadai, dengan sekitar 600 siswa baru dari delapan jurusan yang ada pada tahun ini.

“Memang ada bangku yang kurang. Namun jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.

Ditanya jumlah detail kekurangan bangku, pria berkacamata itu mengaku tidak mengetahui secara pasti. Menurut dia, itu kewenangan pihak kesiswaan. Sedangkan dirinya bertugas sebagai humas.

Santika melanjutkan, tidak semua siswa kelas X harus lesehan ketika mengikuti KBM. Sebagai salah satu solusi, pihak sekolah me-rolling kelas. Sebab, ada juga kelas yang kosong karena ditinggal praktik di luar sekolah. Dengan begitu bisa dipakai siswa kelas X.

Dia mengaku, tidak memiliki data pasti jumlah kelas yang tidak memiliki meja dan kursi. Lagi-lagi dia beralasan itu bukan kewenangannya. Termasuk memastikan kapan meja dan kursi untuk siswa bisa tersedia. Namun, dia mengisyaratkan pihak sekolah sudah berusaha untuk pengadaan meja dan kursi siswa. Meski demikian, proses KBM tetap berjalan dengan baik. (din/ed/wen)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia