Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Ruangan Lesehan Dominan untuk Praktik

Jumat, 26 Oct 2018 11:10 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Ruangan Lesehan Dominan untuk Praktik

TULUNGAGUNG - Kekurangan mebel berupa meja dan kursi di SMKN 1 Tulungagung atau SMK Pertanian juga mendapat sorotan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim). Buktinya, pihak dinas telah mendapatkan informasi tersebut. Dinas juga meminta sekolah untuk segera menyelesaikan permasalahan itu.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Tulungagung Solikin mengatakan, kondisi siswa belajar lesehan sudah disampaikan kepada wali murid. Hasilnya, semua bisa memahami. “Sudah disampaikan sejak awal kepada wali murid dan bisa menerima,” ujarnya kemarin (25/10).

Dia mengatakan, kekurangan kursi dan meja karena adanya penambahan dua jurusan baru tahun ini. Sementara jumlah meja dan kursi belum ada penambahan. Karena itu, pihaknya memerintahkan SMKN 1 Tulungagung segera menyelsaikan masalah tersebut. Baik dengan pengadaan sendiri maupun mengirimkan proposal permintaan penambahan sarana prasarana (sarpras) kepada pemerintah pusat.

Pria ramah itu melanjutkan, informasi yang diterimanya terkait pengajuan penambahan sarpras sudah dilakukan sekolah kepada pemerintah pusat. Namun untuk kepastiannya, masih menunggu persetujuan. “Masalahnya, itu ada penambahan jurusan sehingga jumlah siswa bertambah. Pengajuan kita memang begitu. Terus belum ada muridnya kan tidak bisa juga. Ini pas sudah ada muridnya baru diajukan,” jelasnya.

Solikin berharap, kondisi itu tidak berjalan lama. Semoga semua kursi dan meja bisa mencukupi semester mendatang. Dengan begitu, tidak ada lagi siswa yang lesehan saat KBM di dalam kelas.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tulungagung Arik Eko menegaskan, tidak ada kekurangan bangku dan kursi siswa di sekolah yang dipimpinnya. Semua sudah tersedia dan cukup.

Ruang kelas yang belum ada meja dan kursi seperti diberitakan media elektronik, cetak, dan online, merupakan ruangan praktik siswa. Lokasinya satu gedung dengan laboratorium.

“Karena ruangan praktik, tidak masalah jika tidak ada meja dan kursi siswa. Sebab, pembelajaran juga lebih dominan praktik,” katanya mengklarifikasi.

Wanita berhijab itu melanjutkan, ruangan itu juga belum lama selesai pembangunannya. Selain itu, bakal ditambahn sarprasnya. Misalnya pemasangan LCD, monitor, dan lainnya untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar. Ruangan itu juga untuk briefing siswa sebelum memulai praktik di laboratorium yang bersebelahan dengan ruangan itu. (ed/wen)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia