Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Potensi Perdagangan Belum Tergarap Maksimal

Jumat, 26 Oct 2018 12:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

PENAT: Seorang pedagang sayur sedang duduk bersandar di sela aktivitasnya di sisi selatan Pasar Ngemplak.

PENAT: Seorang pedagang sayur sedang duduk bersandar di sela aktivitasnya di sisi selatan Pasar Ngemplak. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Perputaran ekonomi di bagian bawah harus terus mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat sektor inilah yang selama ini banyak diburu pelaku penanam modal, meskipun skalanya tidak besar. Namun dari segi perputaran uang terhitung lumayan.

“Sektor bawah inilah yang harus terus digarap dan dimaksimalkan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung Santoso kemarin (25/10).

Menurut dia, pola penanaman modal di sektor perdagangan sampai kini memang cukup menjanjikan. Namun belum ada pemetaan mengenai apa saja yang lebih bisa dimaksimalkan lagi. Meskipun potensi yang ada cukup banyak.

“Bisa dikatakan potensi ini yang paling banyak,” jelasnya.

Pria paro baya ini melanjutkan, pihaknya selama ini belum pernah menghitung berapa banyak angka pertumbuhan sektor usaha ini. Walaupun secara kasat mata diperkirakan bisa mencapai 50 persen lebih, penanaman modal memang bukan dalam skala besar. Dengan berada di sekitar pasar dan lain sebagainya.

“Separo lebih mungkin dari keseluruhan penanaman modal di kabupaten ini,” ujarnya.

Terkait hal itu, OPD yang berada di Jalan Jayeng Kusuma ini tidak bisa menangani sendiri untuk pemaksimalan. Sebab, harus melibatkan lintas instansi untuk memaksimalkan. Seperti dinas koperasi, dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar), dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), dan lain sebagainya. Setelah itu, baru dikoordinasikan dengan Pemprov Jawa Timur jika sudah menelurkan sebuah program bersama.

“Kami pun bisa mengoordinasikan lebih lanjut dengan pemprov,” tuturnya.

Disinggung untuk upaya lain, pria ramah ini mengaku masih mempersiapkan sebuah dokumen yang bisa ditawarkan kepada pemilik modal. Namun itu butuh anggaran lumayan besar dan waktu. Alhasil, pihaknya memilih untuk menunggu kucuran dana dari perubahan APBD tahun ini.

“Jika sudah ada cetak biru mengenai potensi investasi di kabupaten ini, bisa ditawarkan kepada pemilik modal yang ingin menanamkan modal,” tandasnya.

Sementara itu, Andika, salah satu warga mengakui jika area sekitar pasar menjadi jujugan penanaman modal skala kecil yang dilakukan warga dalam kabupaten. Meski demikian, hal ini cukup bisa menggerakan roda perekonomian.

“Sektor kecil memang masih menjanjikan,” ujar warga Karangwaru ini. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia