Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Pemkab Trenggalek Janji Fasilitasi Karya Pemuda

Sabtu, 27 Oct 2018 15:55 | editor : Didin Cahya FS

KREATIF : Kepala Dinas Pendidikan Kusprigianto, berasama anggota forkopimda melihat stand pameran karya pemuda, di Alun-alun Trenggalek Jumat(26/10) malam.

KREATIF : Kepala Dinas Pendidikan Kusprigianto, berasama anggota forkopimda melihat stand pameran karya pemuda, di Alun-alun Trenggalek Jumat(26/10) malam.

Trenggalek - Keberpihakan pemerintah kepada para start up atau wirausahawan muda tampaknya menjadi salah satu alternatif untuk menggalakkan dunia usaha di kota keripik tempe.

Selama ini, yang menjadi kendala bagi para pemula salah satunya mengenai jaringan atau distribusi barang.

"Umumnya mampu produksi, tapi untuk penjualan yang susah," ujar Anjar Laksono, salah seorang tokoh pemuda, di sela- sela pameran karya pemuda, kemarin(27/10).

Menurtnya, sementara ini produk-produk para pemula hanya ditopang oleh teknologi informasi, Selain metode lawas yakni promosi dari mulut ke mulut.

Pihaknya berharap pemerintah bisa turut berpartisipasi untuk membantu para pemuda. Tidak hanya dalam bentuk fasilitasi di tingkat lokal namun juga diikut sertakan dalam kegiatan kegiatan yag biasa digelar di luar daerah, semisal pameran.

Sepengetahuan dia, pemerintah selama ini memang getol memamerkan produk-produk lokal ke luar daerah. Menurtnya hal itu tidak hanya untuk kepentingan mencari profit dalam event pameran saja, namun dampak lebih pentingnya adalah pengenalan produk di kalangan luas.

"Rata- rata memang pasar untuk produk kerajinan atau karya pemuda itu bukan lokal, tapi luar daerah," jelas dia.

Selama ini, pasar lokal sangat terbatas. Tidak hanya karena jumlah penduduk yang cukup kecil, namun daya beli masyarakat terhadap produk-produk kaerajinan umumnya masih relatif rendah. 

Diungkapkan dia, saat ini ada banyak produk yang bisa dihasilkan dari para startup yang notabene kawula muda. Mulai dari hasil pertanian, pemanfaatan limbah atau barang bekas hingga kerajinan kerajinan dari kayu maupun kulit. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kusprigianto berjanji akan mengupayakan peran pemerintah dalam memfasilitasi kreatifitas para pemuda tersebut.

Pihaknya juga mengapresiasi produk-produk karya pemuda yang selama ini sudah berhasil ditelorkan tanpa banyak campurtangan dari pemerintah tersebut.

"Memang pemuda kita harus berdaya saing, memiliki produk usaha yang bagus dan tidak kalah dari daerah lain," tuturnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan berkordinasi dengan bidang atau pihak- pihak yang mengampu masalah usaha mikro kecil dan menengah(UMKM).

Sebab terkait dengan produk usaha kecil ada bagian tersendiri yang menaungi.

"Mungkin nantinya bisa membantu soal diatribusi atau pemasaran produknya," tutur sat menghadiri pameran karya pemuda di alun-alun trenggalek, kemarin(27/10). (Hai)

(rt/muh/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia