Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

LPI Al Azhaar Ikut Peringati HSN 2018

Senin, 29 Oct 2018 09:15 | editor : Anggi Septian Andika Putra

HARU: Syeh Kamal Baharmus dari Tarim Yaman ketika memimpin doa dalam upacara peringatan HSN.

HARU: Syeh Kamal Baharmus dari Tarim Yaman ketika memimpin doa dalam upacara peringatan HSN. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Tepat pada 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Dalam momentum ini, Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhaar menggelar sejumlah agenda.

Acara yang berlangsung sejak 20 Oktober ini diawali dengan pemberian barokah doa dari Syeh Kamal Baharmus dari Tarim Yaman untuk lahan wakaf yang akan digunakan untuk mendirikan sekolah MI Unggulan Al Azhaar di Pagerwojo.

KH Imam Mawardi, selaku pimpinan LPI Al Azhaar menjelaskan, MI unggulan Al Azhaar menerapkan kurikulum khusus sehingga siswa dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat (akselerasi).

Selain itu, juga terdapat program tafsir Alquran 5 juz. Tak hanya itu, penerapan bahasa Inggris juga menjadi program unggulan. Selain unggul dalam akademik, pendampingan dalam ilmu agama tetap menjadi fokus utama.

“Di sini tidak hanya akademik saja yang dituntut, tapi bakat dan penerapan ilmu agama juga penting,” jelasnya.

KHIDMAT: Pasukan pengibar bendera mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HSN, Senin (22/10).

KHIDMAT: Pasukan pengibar bendera mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HSN, Senin (22/10).

Masih dalam rangkaian peringatan HSN, acara berlanjut dengan istighotsah zikir Jama’i dan majlaz bersama wali murid Al Azhaar. Puncak acara pada Senin (22/10), dilakukan upacara peringatan hari santri.

Bertempat di lapangan SMK Islam Al Azhaar, upacara diawali dengan doa yang dipimpin langsung Syeh Kamal Baharmus dari Tarim Yaman.

Upacara berlangsung dengan khidmat. Bertindak sebagai inspektur upacara, KH Imam Mawardi menyampaikan pesan bagi semua santri Al Azhaar.

Dalam pidatonya dia menyampaikan jika seorang santri harus berkarakter dan menjadikan Alquran sebagai landasan.

“Sebagai santri dan penerus generasi bangsa, hendaknya memiliki karakter yang unggul. Baik dalam bidang akademik maupun ilmu agama,” terangnya. 

Bersamaan dengan HSN, pria ramah ini berharap santri dapat memiliki setidaknya tujuh sikap. Yakni SANTRI (santun, aktif learning, nrima atau kanaah, terampil, berteladan, rohmah atau pemberi kasih sayang, serta ibadah istiqamah).

“Saya berharap para santri ini dapat memiliki sikap-sikap SANTRI sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi agama dan juga bangsanya,” pungkasnya. (nda/ed/rka)

(rt/ang/ang/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia