Senin, 25 Mar 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Azis Bahtiarrifai Memanfaatkan Cahaya Agar Detail Ketika Ukir Akrilik

29 Oktober 2018, 11: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

ARTISTIK: Azis menunjukkan ukiran akrilik buatannya yang menggambarkan tokoh nasional

ARTISTIK: Azis menunjukkan ukiran akrilik buatannya yang menggambarkan tokoh nasional (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Kemampuan di bidang seni sepertinya harus terus diolah agar bisa menciptakan hasil karya yang bagus. Mungkin itu yang dirasakan Azis Bahtiarrifai. Dengan terus mengasah kemampuannya menggambar, kini dia berhasil menciptakan karya seni ukir akrilik yang banyak diminati masyarakat luas.

ZAKI JAZAI

Seperti biasa, suasana alam yang cukup cerah begitu terasa ketika Jawa Pos Radar Trenggalek melintasi jalan wilayah Desa Melis, Kecamatan Gandusari, kemarin (28/10). Saat itu, terlihat sebagian masyarakat tengah sibuk beraktivitas, seperti pergi ke sawah atau berolahraga pagi. Itu biasa dilakukan masyarakat di akhir pekan untuk melepas penat setelah beberapa hari bekerja.

Namun, pemandangan berbeda justru terlihat pada salah satu rumah di wilayah tersebut. Saat itu terdengar suara bor listrik meraung-raung dari dalam ruangan. Wrrrrr…wrrrr….wrrr… Setelah didekati, ternyata di dalam ruangan ada seorang pria sedang membuat pola pada lembar akrilik dengan menggunakan bor listrik. Ya, dialah Azis Bahtiarrifai, pria yang satu tahun terakhir ini beralih pekerjaan dari tukang batu menjadi perajin ukir akrilik.

"Awalnya saya hanya coba-coba sepulang jadi tukang batu di Pulau Kalimantan. Syukurlah banyak yang menyukai," ujar Azis Bahtiarrifai kepada Koran ini.

Sebab, sepulang dari Kalimatan beberapa bulan lalu, dirinya kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Mengingat mencari kerja di Trenggalek sedikit sulit sekaligus jarang ada orang yang mengajaknya untuk menjadi tukang bangunan. Karena berbagai alasan, dirinya pun tidak mau kembali ke Kalimantan.

"Karena suka melukis, saat itu saya ingin menjadi seniman. Namun karena kondisi di Trenggalek, mungkin itu tidak bisa dilakukan," ujarnya.

Dirinya pun mencari tahu kesenian apa yang bisa dirinya tekuni. Keinginan tersebut dengan mencari tahu di beberapa perajin dan melihat lewat internet, hingga dipilihnya seni ukir akrilik tersebut. Sejak saat itu, dia mulai belajar untuk membuat secara otodidak.

Terkait cara membuat, semula dirinya menentukan objek yang akan digambar. Setelah itu, mulai menggambar dengan bor listrik. Alat tersebut dipilih karena relatif mudah untuk membuat ukiran pada akrilik dibandingkan dengan alat yang lain.

Tidak tanggung-tanggung, proses belajar memerlukan waktu sekitar dua bulan. Mengingat pada bagian tertentu membutuhkan kedetailan, terutama wajah. Sebab, wajah harus dibuat semirip mungkin seperti objek yang digambar.

"Karena harus detail, proses mengukir atau menggambar wajah menjadi yang tersulit dalam membuat kesenian ini," tutur pria yang akrab disapa Azis ini.

Tak jarang, untuk melihat lebih detail, ketika proses pengerjaan dia memberikan cahaya dari bagian bawah. Dengan cara itu, nantinya bisa terlihat bagian mana yang kurang detail dan perlu ditambah ukiran lagi. Setelah semua selesai, barulah diberi ukiran hiasan pada sisi gambar utama dan dipasangkan pigura.

Karena butuh ketelitian, dibutuhkan waktu satu sampai tiga hari untuk membuat sebuah karya. Hal itu tergantung tingkat kesulitan karya yang relatif berbeda dari satu dengan yang lain.

"Semula hasil karya saya ini saya pasang di media sosial. Untuk hiasan, syukurlah banyak yang menyukai," jlentreh pria 25 tahun ini.

Karena itulah, hingga kini banyak yang memesan hasil karyanya. Baik untuk koleksi pribadi atau untuk hadiah pernikahan dan ulang tahun. Rata-rata setiap bulannya minimal ada 15 orang yang memesan karyanya. Sebenarnya selain dari bahan akrilik, dirinya juga bisa membuat karya serupa dengan bahan kaca. Namun untuk bahan kaca, dirinya belum berani karena kebingungan dalam hal pengiriman.

"Jasa pengiriman tidak ada yang berani mengirimkan barang berupa kaca karena takut pecah. Makanya kini hanya dari akrilik yang saya tekuni saat ini," ujar anak ketiga dari pasangan Kusnun dan Siti ini. (ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia