Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

SMAN 2 Trenggalek, Raih Penghargaan Sebagai SSK dari Mendikbud

30 Oktober 2018, 11: 36: 15 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TINGKATKAN PERAN SERTA WALI MURID : Dari kiri Wakasek Kesiswaan Rully Sulistyani, Kepala SMAN 2 Trenggalek Supriyanto, Pembina PIK-R Ulik Arlina menunjukkan piagam dan piala SSK dari Kemendikbud

TINGKATKAN PERAN SERTA WALI MURID : Dari kiri Wakasek Kesiswaan Rully Sulistyani, Kepala SMAN 2 Trenggalek Supriyanto, Pembina PIK-R Ulik Arlina menunjukkan piagam dan piala SSK dari Kemendikbud

SMAN 2 Trenggalek menyadari betul selain guru ada peran besar dari wali murid dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Setiap kegiatan sekolah di Jalan Soekarno Hatta, Gang Siwalan, masuk Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek tersebut terus mengajak  wali murid berpartisipasi. Dengan keterlibatan tersebut tak ayal  Kamis (25/10) lalu, sekolah  dengan sebutan Smada Trenggalek tersebut mendapat penghargaan Sekolah Sahabat Keluarga (SSK) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

LAPORAN : ZAKI JAZAI

Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hal itulah yang membuat SMAN 2 Trenggalek terus berupaya meningkatkan kualitas anak didiknya yang berarti pula meninggikan derajat manusia Indonesia agar setara dengan bangsa lain.

JADI CONTOH : Kepala SMAN 2 Trenggalek Supriyanto menerima piagam SSK yang diberikan oleh Ketua Umum PIA ARDHYA GARINI/ Istri Panglima TNI Ny.  Nanny Hadi Tjahjanto di Plaza Insan Berprestasi Kemendik

JADI CONTOH : Kepala SMAN 2 Trenggalek Supriyanto menerima piagam SSK yang diberikan oleh Ketua Umum PIA ARDHYA GARINI/ Istri Panglima TNI Ny. Nanny Hadi Tjahjanto di Plaza Insan Berprestasi Kemendik

Peningkatan pendidikan tersebut bukan hanya meningkatkan kemampuan guru untuk memberikan pelajaran, melainkan keterlibatkan keluarga. Mengingat sepulang sekolah pengawasan terhadap murid, sepenuhnya berada di tangan keluarga.

Sehingga  dengan peran serta keluarga khususnya orang tua atau wali murid, yang terus mengawasi demi mendukung proses pendidikan sangat diperlukan untuk kesuksesan siswa bersangkutan.

“Peran serta orang tua dalam proses pendidikan sangat perlu, makanya disini (SMAN 2 Trenggalek-red) kami bentuk paguyuban wali murid, untuk meningkatkan peran orang tua tersebut,” ungkap Kepala SMAN 2 Trenggalek Supriyanto.

Dengan dibentuknya paguyuban tersebut membuat sekolah lebih mudah berkomunikasi dengan wali murid. Sebab dalam proses pembelajarannya, sekolah harus aktif komunikasi dengan keluarga.

Ini dilakukan sebab di SMAN 2 Trenggalek sendiri ada berbagai program pendidikan yang melibatkan keluarga murid bersangkutan dalam proses pelaksanaanya. “Banyak sekali event sekolah yang kami laksanakan dengan melibatkan siswa bersama keluarganya, seperti SMADA fest,” katanya.

Karena itulah, SMAN 2 Trenggalek tidak ragu mengikuti event SSK yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud.

Selain menjalankan peran serta keluarga untuk melaksanakan pendidikan di sekolah, SMAN 2 Trenggalek juga telah memenuhi semua unsur unggulan yang disyaratkan. Seperti menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional, dan sebagainya.

Sehingga sejak Juli, hingga awal Oktober lalu sekolah telah membuat portofolio, yang selanjutnya dikirimkan ke panitia untuk mengikuti event tersebut.

Akhirnya dengan kerja keras seluruh warga sekolah, khususnya ekstrakulikuler sekolah Pusat Informasi Konseling (PIK-R), portofolio yang dikumpulkan tersebut mampu menarik perhatian para dewan juri, dan mampu menjadi tiga terbaik.

Sehingga, beberapa waktu lalu pihak Kemendikbud datang ke SMAN 2 Trenggalek untuk meninjau apakah keadaan di sekolah sesuai dengan apa yang dituliskan dalam portofolio atau tidak.

“Syukurlah dari 37 peserta tingkat nasional yang berpartisipasi, kami mampu menjadi yang terbaik, dan semuanya diundang ke Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, untuk menerima penghargaan tersebut,” Jelas Supriyanto.

Sementara itu Pembina PIK-R SMAN 2 Trenggalek Ulik Arlina menambahkan cerita dari kepala sekolah. Dalam portofolio yang ditulis sekolah menonjolkan empat program keunggulan.

Empat program tersebut seperti program layanan peningkatan pendidikan dengan melibatkan masyarakat misal paguyuban wali murid dan kelas inspirasi. Selain itu juga ada program pengawasan dan pembinaan isu khusus seperti kekerasan, penyalah gunaan narkoba, dan sebagainya; program yang melibatkan anak atau peserta didik dengan memperhatikan ide, saran, kritik, dan sebagainya; serta program unggulan yang ada disekolah dengan melibatkan peran serta orang tua atau wali murid, dengan masyarakat setempat, seperti sekolah sehat, sekolah adiwiyata, sekolah aman, serta inovasi juga kreativitas lainnya.

“Progam yang kami tuliskan pada portofolio itu telah dijalankan beberapa tahun lalu, sehingga tidak begitu ada persiapan yang mencolok ketika panitia dari Kemendikbud datang meninjau,” imbuhnya.

Selain itu Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Trenggalek Rully Sulistyani meneruskan, perolehan piagam tersebut membuat SMAN 2 Trenggalek terus meningkatkan partisipasi wali murid menunjang pendidikan.

Dengan peraihan penghargaan tersebut otomatis SMAN 2 Trenggalek menjadi contoh SSK di wilayah Jawa Timur dari Kemendikbud. “Nantinya program itu akan kami lakukan lebih instens lagi,” katanya.(tri/and)

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia