Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

DPRD Kota Blitar Komitmen Bela Rakyat

Rabu, 31 Oct 2018 10:46 | editor : Anggi Septian Andika Putra

anggota dprd kota blitar

anggota dprd kota blitar

BLITAR KOTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar terus gencar melaksanakan tugas dan kewajibannya. Sebagai lembaga kontrol, wakil rakyat rajin turun ke lapangan.

Salah satunya diwujudkan dengan  inspeksi mendadak atau sidak sejumlah proyek. Ya, beberapa proyek pembangunan yang kini sedang berjalan ditargetkan akhir tahun  harus rampung. Sebab, waktu tinggal dua bulan lagi untuk bisa menyelesaikan pembangunan. Jika progres pembangunan tidak optimal maka juga mempengaruhi pencairan.

Ketua DPRD Kota Bliar, Glebot Catur Arijanto melalui Komisi III  Agus Zunaidi mengatakan, di masa akhir tahun 2018 ini ada beberapa proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. Beberapa hari lalu  dewan telah mengecek ke beberapa proyek Pemerintah Kota (pemkot) yang sedang dikerjakan.

JALANKAN TUGAS: Sejumlah anggota DPRD Kota Blitar sidak di RSD Mardi Waluyo sebagai bukti kontrol pembangunan.

JALANKAN TUGAS: Sejumlah anggota DPRD Kota Blitar sidak di RSD Mardi Waluyo sebagai bukti kontrol pembangunan. (sekretaris dprd kota blitar for radar blitar)

“Ya, ada beberapa yang kami cek. Ada proyek pembangunan Jalan Jati, Pembangunan tribun Stadion Supriadi sisi utara dan pembangunan ruang operasi di RSUD Mardi Waluyo,” terangnya.

Hasil pengecekan di lapangan, jelas dia, ada sedikit peningkatan  progres dibanding tahun lalu. Namun, salah yang menjadi catatan adalah progress pembangunan ruang bedah operasi RSUD Mardi Waluyo belum optimal.

“Makanya kami meminta agar tenaganya ditambah dan pengawasannya juga diketati,” ujar politisi PPP ini.

Sesuai intruksi,  terang Agus, dewan meminta organisasi perangkat daerah OPD) terkait untuk aktif menerjunkan konsultan pengawas di lokasi proyek.

Hal itu dilakukan untuk menggenjot progres pekerjaan pelaksana. Tahun ini, anggaran untuk ketiga proyek tersebut cukup besar. Misalnya, untuk proyek betonisasi Jalan Jati, itu menelan anggaran sekitar Rp7 miliar.

Lalu pembangunan tribun stadion sisi utara menelan anggaran Rp2,3 miliar dan anggaran proyek pembangunan ruang bedah di RSUD Mardi Waluyo sekitar Rp12,3 miliar.

Hal yang sama juga diutarakan Wakil Ketua DPRD Totok Sugiarto. Menurut Totok,  setiap  ada waktu luang, dewan memanfaatkan dengan turun ke bawah. Selain menjaring aspirasi masyarakat, juga melihat atau mengecek langsung sejumlah pembangunan.

Bukan hanya pembangunan fisik saja, tetapi juga program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah. “Artinya apa. Bahwasanya,   ada sinkronisasi antara program dengan fakta di lapangan.

Maka dari itu, sebagai lembaga control sosial sudah menjadi tugas bagi kami untuk memantau kondisi di lapangan,” kata Totok.

Dewan  kata Totok, tetap berkomitmen menjadi penyambung sekaligus menjembatani kebutuhan masyarakat. Bukan hanya fisik tetapi juga kebutuhan-kebutuhan lain. Seperti pendidikan, kesehatan, sosial, budaya dan lain sebagainya.

“Kami tetap komitmen untuk  menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” kata Totok. (adv/sub/ziz)

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia