Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Pemprov Subsidi SPP dan Seragam

Rabu, 31 Oct 2018 12:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

ANTUSIAS: Sejumlah siswa ketika mengikuti KBM di SMAN 1 Tulungagung.

ANTUSIAS: Sejumlah siswa ketika mengikuti KBM di SMAN 1 Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Kabar baik bagi siswa SMA/SMK di Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jatim berencana akan memberikan bantuan untuk biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan seragam tahun depan. Kebijakan baru ini diperuntukkan siswa SMA-SMK, baik negeri maupun swasta.

“Insya Allah rencananya dimulai tahun depan. Kalau mengikuti tahun anggaran sekitar Januari 2019,” jelas Kasi SMA-SMK dan Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim wilayah Tulungagung Subagyo ketika ditemui kemarin (30/10).

Dia mengaku, besaran subsidi SPP SMA-SMK negeri dan swasta di setiap kabupaten atau kota tidak sama. Itu disesuaikan dengan kemampuan atau indeks daerah yang telah distandardisasi.

Lebih rinci, sambung dia, besaran subsidi dari pemprov untuk SPP SMA Rp 75 ribu. Sedangkan untuk SMK teknologi Rp 140 ribu dan SMK manajemen bisnis Rp 110 ribu.

Selain biaya untuk SPP, siswa SMA-SMK negeri maupun swasta nantinya juga akan mendapat dua setel seragam sekolah. Yakni seragam abu-abu putih dan pramuka.

Tentu kebijakan baru ini sebagai upaya pemerintah untuk menggalakkan program menuntaskan wajib belajar 12 tahun.

“Dengan adanya kebijakan ini, semoga anak-anak dapat menuntaskan wajib belajar 12 tahun. SPP dan seragam sudah disokong pemerintah, masak masih nggak mau belajar,” tandasnya.

Pria ramah ini menambahkan, nantinya teknis pelaksanaan bantuan SPP ini akan dilakukan pendataan jumlah siswa. Lantas dana disalurkan melalui bank yang ditunjuk dan ditransferkan pada setiap sekolah.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tulungagung Agus Joko Santoso menyambut baik kebijakan baru ini. Sebab, kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan berupa SPP dan seragam dapat meringankan beban wali murid. Dengan demikian, juga dapat menunjang wajib belajar 12 tahun.

“Berdasarkan info yang saya terima, program ini akan dilaksanakan mulai tahun ajaran depan (tahun ajaran 2019/2020, Red) sekitar Juli. Jadi untuk teknis pelaksanaan masih menunggu lebih lanjut,” jelasnya.

Meski belum mengetahui secara pasti teknis pelaksanaan kebijakan baru tersebut, dengan adanya kebijakan baru ini, tidak ada lagi anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena terkendala biaya.

“Karena biaya sudah dibantu oleh pemerintah provinsi. Semoga dengan ini dapat memotivasi anak-anak dalam belajar,” pungkasnya. (nda/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia