Kamis, 15 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Pemuda Tewas Terjepit Crane Pemukul Paku Bumi

Rabu, 31 Oct 2018 14:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

DILARANG MELINTAS: Garis polisi masih terpasang di lokasi kecelakaan kerja pembangunan Pasar Gandusari.

DILARANG MELINTAS: Garis polisi masih terpasang di lokasi kecelakaan kerja pembangunan Pasar Gandusari. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Hingga kemarin (30/10), polisi masih memasang garis polisi di area pembangunan Pasar Gandusari, Desa/Kecamatan Gandusari. Itu terkait belum selesainya penyelidikan kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Yoky Saputro, 21, warga Dusun Lestari, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri pada Senin (29/10). Diduga pemuda yang juga pekerja proyek pembangunan pasar dengan nilai sekitar Rp 5 miliar tersebut meninggal ketika memasang tiang pancang paku bumi di lokasi.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra melalui Kapolsek Gandusari AKP Rohadi mengatakan, sejauh ini polisi belum bisa menyampaikan ada unsur kelalaian atau tidak terkait proses pekerjaan tersebut. Sebab, kini polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan menginterograsi berbagai saksi.

“Proses penyelidikan belum tuntas. Makanya hari ini (kemarin, Red) kami memasang garis polisi di lokasi itu,” katanya.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil visum sementara, diduga korban meninggal karena mengalami patah tulang leher dan tulang bahu, serta beberapa luka di bagian kepalanya. Namun itu belum bisa menjadi petunjuk mengenai penyebab kematian korban. Untuk itu, setelah dinyatakan meninggal, korban langsung dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk menjalani otopsi.

“Berdasarkan hasil otopsi itulah, akan diketahui apa yang menjadi penyebab korban meninggal. Mungkin paling cepat besok (hari ini, 31/10, Red) kami akan menyampaikan hasil penyelidikan,” ungkapnya.

Berdasarkan penyelidikan sementara, peristiwa yang terjadi pada Senin (29/10) bermula ketika lima kru alat berat mesin crane termasuk korban, akan memasang tiang pancang paku bumi.

Saat itu sekitar pukul 16.00, salah satu kru sedang memasang tali (mirip kabel) ke alat berat crane. Namun tiba-tiba crane pemukul alat pancang paku bumi berputar hingga menjepit kepala korban yang membuat korban tidak berdaya.

Mengetahui itu, para pekerja langsung menolong korban dan membawanya ke Puskesmas Gandusari untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, karena luka yang cukup parah, korban tak tertolong lagi.

“Setelah itu kami datang dan langsung melakukan olah TKP. Proses penyelidikannya masih kami lakukan untuk mengetahui dugaan ada kelalaian yang dilakukan seseorang atau murni kecelakaan atau tidak,” jelas perwira polisi dengan pangkat tiga balok di pundak ini.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Suparni mengaku tidak mengetahui secara persis peristiwa tersebut. Sebab, dirinya hanya mengetahui beberapa menit setelah kejadian ada keramaian di sekitar lokasi pembangunan. Bersamaan itu, dirinya langsung melihat ke lokasi dan diketahui ada kecelakaan kerja di situ. Korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas hingga akhirnya meninggal.

“Mungkin karena luka parah di bagian kepala, membuat korban meninggal. Sebab ketika dibawa ke puskesmas, masih dalam keadaan hidup tapi kepala korban mengeluarkan banyak darah,” imbuhnya. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia