Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Blitar

Keluarga Korban Pesawat Lion Air Blitar Yakin Ada Keajaiban

Kamis, 01 Nov 2018 11:04 | editor : Anggi Septian Andika Putra

infografis

infografis

BLITAR KABUPATEN – Keluarga korban pesawat nahas Lion Air JT 610 di Karawang terus berharap terbaik. Selain menggali informasi, keluarga juga menggelar tahlilan dan selamatan.

Berdasarkan informasi yang diterima, pihak keluarga Tri Hazka Faridzi di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, pascakejadian menggelar istighotsah dan selamatan. Hal itu dilakukan karena percaya masih ada keajaiban meski kecil.

“Keluarga memang masih berharap ada keajaiban. Yakni korban selamat dalam musibah,” ungkap Hestina, salah seorang kerabat Tri Hazka Faridzi.

Menurut dia, keluarga masih berharap bahwa korban bisa selamat. Namun seandainya sudah meninggal, jasadnya bisa segera ditemukan. Lanjut dia, doa dalam bentuk selamatan dan tahlilan itu sudah dilakukan sejak malam pertama usai terjadinya musibah pesawat jatuh.

Tepatnya pada Senin malam (29/10). “Malam pertama dilakukan istighotsah dan malam kedua dilakukan selamatan,” jelasnya.

Dia mengatakan, sampai hari ketiga, pihak keluarga belum mendapat kabar terbaru terkait keberadaan Tri Hazka Faridzi. “Karena belum ada kabar dari pihak mana pun, untuk mengetahui kabar, pihak keluarga hanya mengamati berita dari media massa. Baik media elektronik maupun madia cetak,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan Tomi Gandhi, salah seorang kerabat Hesti Nuraini korban Lion Air JT610 asal Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan. Tomi menjelaskan, sejak malam kedua (Selasa, 30/10), pihak keluarga menggelar tahlilan.

Meski demikian, tetap berkeyakinan bahwa korban bisa diselamatkan. “Karena belum ada kabar terkait keberadaan korban, keluarga berharap korban bisa diselamatkan,” katanya.

Namun sebagai orang beragama, tidak ada salahnya untuk menggelar tahlilan. Itu dengan tujuan untuk mendoakan korban kalau memang sudah meninggal. “Tahlilan dengan tujuan untuk mendoakan korban.

Digelar setiap malam di rumah orang tua yakni di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, selama tujuh hari,” jelasnya.

Seperti diinformasikan, dari 189 penumpang pesawat Lion Air JT 610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh diperairan Karawang Jawa Barat, pada Senin (29/10) sekitar pukul 06.33, dua di antaranya berasal dari Kabupaten Blitar.

Yakni Hesti Nuraini berasal dari Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan dan Tri Hazka Faridzi dari Desa Darungan, Kecamatan Kademangan. Dua hari lalu, tim DVI dari polisi datang untuk mengambil sampel darah keluarga. Itu untuk memudahkan identifikasi jika sewaktu-waktu ada temuan jenazah.

(rt/sai/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia