Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Kerjaan Sepi, Embat HP dan Duit di Jok Motor

Kamis, 01 Nov 2018 14:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

NGAKU SEKALI: Polisi menginterogasi Suroto, pelaku curat dengan modus cungkil jok motor kemarin.

NGAKU SEKALI: Polisi menginterogasi Suroto, pelaku curat dengan modus cungkil jok motor kemarin. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Masyarakat Trenggalek jangan pernah menaruh barang berharga di dalam jok sepeda motor, terlebih sepeda motor itu ditinggal. Jika tidak, bisa seperti Eni Widarti, warga Desa Gondang, Kecamatan Tugu. Barang berharga berupa handphone (HP) dan uang tunai di jok sepeda motornya amblas digondol Suroto, Warga Desa Tempuran, Kecamatan Sawo, Ponorogo. Untung, Satreskrim Polres Trenggalek berhasil membekuk pelaku pada Selasa (30/10) kemarin. 

Modus yang dipakai pelaku yakni membuka paksa jok sepeda motor milik korban yang terpakir di kawasan taman Alun-alun Trenggalek.

Akibatnya, korban mengalami kerugian sampai Rp 4,5 juta karena HP dan uang tunai di dalam jok sepeda motor raib. Kini kasus ini sedang dikembangkan Satreskrim Polres Trenggalek terkait kemungkinan ada korban lainnya.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, pencurian dengan pemberatan (curat) itu bermula pada Jumat (5/10) lalu. Kala itu sekitar pukul 07.00, korban memarkirkan kendaraan miliknya di area Alun-alun Trenggalek untuk berolahraga pagi. Sebelumnya, korban meletakkan tiga HP miliknya dan uang tunai sebesar Rp 4 juta dalam jok motor.

“Setelah menyimpan uangnya itu, tanpa ada rasa curiga sedikit pun, korban langsung ke area alun-alun untuk berolahraga,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra kemarin (31/10).

Dia melanjutkan, usai olahraga, korban kembali ke tempat parkir sepeda motor dan mengambil HP dan sejumlah uang. Namun dia terkejut setelah mengetahui kunci jok sepeda motornya rusak, bersamaan itu, HP dan uang miliknya raib. Korban pun panik dan terus mencari HP serta uangnya.

“Karena HP dan uangnya yang disimpan tak ketemu, korban langsung melapor ke polisi,” katanya.

Berbekal laporan itulah, polisi menyelidiki dan mengetahui lokasi persembunyian pelaku. Yaitu rumah kos yang berada tidak jauh dari alun-alun. Tidak menunggu lama, polisi langsung menuju tempat pelaku dan meringkusnya. Di tempat itu, selain mengamankan pelaku, polisi mengamankan satu unit motor Honda Supra 125 nopol AE 2996 TJ yang diduga hasil curian. Indikasinya, tidak dilengkapi bukti kepemilikan yang sah.

Nanti polisi akan terus menyelidiki kemungkinan masih banyak korban yang lain. Mengingat berdasarkan keterangan masyarakat, kejadian serupa sudah sering terjadi di wilayah Alun-alun Trenggalek, tapi belum ada korban melapor. Jika terbukti bersalah, pelaku akan diancam berdasarkan pasal 363 KUHP dengan hukuman lima tahun penjara.

“Pelaku mengaku hanya satu kali beraksi. Namun kemungkinan masih ada korban lainnya. Kami harap jika ada masyarakat yang mengalami hal yang sama, segera melapor,” jelas AKBP Didit.

Sementara itu, Suroto mengaku, sebenarnya tidak ada niatan mencuri dan baru satu kali menjalankan aksinya. Hal itu timbul begitu saja ketika mengajak anak-anaknya berjalan-jalan di area alun-alun dan melihat gantungan dompet korban keluar dari jok sepeda motor. Saat itu juga pelaku mencari kesempatan mencungkil jok motor tersebut dan mengambil barang yang ada.

“Saya terpaksa melakukan hal itu karena pekerjaan sebagai kuli bangunan sepi dan harus menghidupi anak serta membayar tempat kos,” akunya. (jaz/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia