Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Kerajinan Macrame Makin Diminati

Kamis, 01 Nov 2018 19:30 | editor : Didin Cahya FS

MENARIK : Salah satu produk kerajinan macrame

MENARIK : Salah satu produk kerajinan macrame

TULUNGAGUNG-Berbagai kerajinan tumbuh subur di Kota Marmer. Mulai yang sederhana, hingga rumit. Namun semuanya dijamin keindahan dan pastinya bernilai ekonomi. Salah satunya kerajinan macrame. Yakni kerajinan dengan merangkai tali menjadi beragam bentuk.

Salah satu perajin macrame di Tulungagung, yakni Silvia Mardiana. Warga Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol itu cukup lihai membuat berbagai bentuk kerajina macrame.

Ternyata, keahlian membuat macramé diperoleh dari suami yang lama berkecimpung dalam Pramuka. Selain itu, Susi… memanfaatkan sisa benag yang dipakainya merajut. Banyaknya sisa benang itulah yang membuatnya terinspirasi membuat macramé. Dia pun mulai belajar berbagai simpul tali temali termasuk dari suami.

Silvia mengaku macrame merupakan teknik tali temali. Karena itulah, tidak diperlukan alat khusus. Beberapa simpul tali yang biasa digunakan yakni kepala, simpul mati, simpul tinggal, simpul ganda, dan lain sebagainya. Namun tidak jarang perajin macramé membuat inovasi sendiri demi menghasilkan bentuk lain. “Jadi murni teknik tali temali yang kemudian diubah menjadi kerajinan,” ujarnya.

Ada beragam bentuk kerajina macramé yang bisa dibuat. Di antaranya kalung, gelang, gantungan kunci, tas, wall hanging, dan lain sebagainya. Ternyata ketika ditampilkan dalam sebuah bazaar, mendapat respon positif dari masyarakat. Akhirnya tersu dikembangkan.

Karajinan macramé dijual mulai Rp 5 ribu per buah, hingga ratusan ribu. Tentu saja itu tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Untuk pemasaran sendiri, lebih dominan secara online termasuk ke berbagai daerah.

Keunikan bentuk dari kerajinan macramé, membuat daya tarik tersendiri. Salah satunya peminat gelang, kalung, tas, mulai usia remaja sampai dewasa. Sedangkan wall hanging, biasanya pesanan untuk dekorasi ruangan atau fotografer. “Untuk membuat kerajinan ini, membutuhkan waktu rata-rata satu bulan. Itu tergantung antrean pesanan dan tingkat kerumitan,” jelasnya.

Ditanya kesulitan membuat macramé, wanita berhijab itu mengaku tidak semua orang bisa. Kebanyakan karena tidak telaten. Karena itulah salah satu yang dibutuhkan yakni kesabaran. Untuk bahan yang dipakai, yakni benang nilon, poly, satin, tali kur, dan lain sebagainya.

(rt/whe/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia