Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Gatot Akui Tranfers Duit ke Sukaji

Jumat, 02 Nov 2018 14:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Dugaan Pelicin Anggaran Penyertaan Modal PDAU Ke Anggota Dewan

Grafis Dugaan Pelicin Anggaran Penyertaan Modal PDAU Ke Anggota Dewan (Alwik Ruslianto/RATU)

TRENGGALEK – Adanya mahar alias suap kepada anggota dewan sebagai ”pelicin” anggaran penyertaan modal perusahaan daerah aneka usaha (PDAU) tahun 2007 tampaknya memang benar. Uang tersebut ditransfer melalui rekening seorang pegawai alias tidak diterimakan langsung kepada anggota dewan kala itu.

“Semua telah saya sampaikan ke penyidik kejaksaan,” ujar Gatot Purwanto, mantan Direktur PDAU Trenggalek, kemarin (1/11).

Pihaknya mengaku telah memberikan uang kepada anggota dewan saat membahas penyertaan modal kepada PDAU tahun 2007. Sayang, pria berkulit bersih ini enggan memberikan keterangan secara rinci mengenai kegunaan uang tersebut. Di sisi lain, pihak penyidik sebelumnya sudah menyebut uang itu diberikan dengan alasan sebagai tunjangan hari raya (THR).

Disinggung berapa kali ada permintaan uang dan siapa saja yang menerima uang “pelicin” dalam kasus PDAU, pria yang akrab disapa Gatot ini enggan menjawab. Kuat dugaan Gatot tidak hanya sekali memberikan uang, hanya tidak ada bukti pemberian tersebut.

“Sudahlah, jangan membicarakan soal itu,” katanya kepada Koran ini.

Untuk diketahui, Gatot Purwanto adalah salah seorang pejabat penting di lingkungan PDAU Trenggalek. Dia menjabat sebagai direktur. Perusahaan ini didirikan sebagai amanah Perda Nomor 14 Tahun 2006 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Trenggalek.

Semangat pendirian perusahaan ini untuk mengembangkan perekonomian daerah dalam rangka pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, adanya perusahaan milik daerah ini diharapkan bisa menambah pundi pendapatan daerah serta menciptakan dan memperluas lapangan kerja di Kota Keripik Tempe. Modal PDAU berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang dipisahkan.

Dari sisi kepengurusan, PDAU terdiri atas direksi dan badan pengawas. Dalam melaksanakan tugasnya, bertanggung jawab kepada bupati.

Dalam Perda 14 Tahun 2006 juga disebutkan, badan pengawas berjumlah ganjil maksimal tiga orang. Seorang di antaranya dipilih sebagai ketua merangkap anggota, sekretaris merangkap anggota, serta anggota. Begitu juga dengan jajaran direksi PDAU, paling banyak tiga orang. Seorang di antaranya ditetapkan sebagai direktur utama.

Berikutnya tahun 2007, dirumuskan rancangan peraturan daerah (ranperda) mengenai penyertaan modal PDAU. Saat itu Sukaji menjadi ketua panitia khusus (pansus) pembahasan ranperda penyertaan modal PDAU 2007 tersebut. Dalam proses pembahasan ini, diduga Gatot bertindak sebagai direksi memberikan sejumlah uang untuk memperlancar penyertaan modal kepada PDAU ini.

Rabu (31/10) lalu, Sukaji ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penyertaan modal PDAU. Dia diduga menerima Rp 200 juta dari Gatot Purwanto, direktur PDAU.

Kajari Trenggalek Lulus Mustofa mengatakan, ini bermula dari penambahan anggaran untuk penyertaan modal PDAU tahun 2007 silam. Sebelumnya direncanakan Rp 1 miliar, tapi ada penambahan Rp 9,8 miliar. “Sukaji kami tetapkan sebagai tersangka karena untuk mengegolkan itu minta uang,” katanya kepada Koran ini. Kala itu Sukaji menjabat sebagai ketua pansus ranperda penyertaan modal kepada PDAU tahun 2007.

Selama 20 hari ke depan, dilakukan penahanan terhadap Sukaji. Sementara ini dia dititipkan di Rutan Kelas II B Trenggalek. “Kami sangkakan kepadanya pasal 5 dan 11 dan 12 a (UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi),” tegas dia. (hai/tri/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia