Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Blitar

Gugup, Pemotor ABG Nyaris Tabrak Polisi

Jumat, 02 Nov 2018 17:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

KARENA GUGUP: Searah jarum jam, pengendara motor Honda Vario P 6364 NA gugup ketika berhadapan dengan polisi hingga akhirnya nyaris menabrak. Polisi langsung menggelandang guna diperiksa kelengkapan suratnya.

KARENA GUGUP: Searah jarum jam, pengendara motor Honda Vario P 6364 NA gugup ketika berhadapan dengan polisi hingga akhirnya nyaris menabrak. Polisi langsung menggelandang guna diperiksa kelengkapan suratnya. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA – Ada-ada saja reaksi para pengedara ketika ada operasi lalu lintas. Ada yang nekat mau nyelenong kabur hingga menabrak polisi yang berupaya menghadang. Itu dilakukan semata-mata karena takut jika ditilang polisi akibat tidak membawa kelengkapan surat.

Seperti yang terjadi pada razia Operasi Zebra Semeru 2018, Rabu malam (31/10). Ada sebanyak 159 pengendara sepeda motor terjaring razia malam itu.

Ratusan pengendara yang terjaring dalam operasi Zebra Semeru 2018 itu tidak membawa surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Razia yang digelar di depan markas Kodim 0808 Blitar Jalan Ahmad Yani itu sempat diwarnai insiden. Salah seorang pengendara berusia remaja yang berboncengan dengan perempuan nekat menerobos hadangan barisan anggota Satlantas Polres Blitar Kota.

Dengan sigap, petugas berusaha untuk menghentikan. Bukannya berhenti, ABG tersebut malah nekat memacu gasnya dalam-dalam. Gubrakkk.... seorang petugas nyaris ditabraknya.

Sepeda motor ABG itu akhirnya terhenti setelah terjatuh. Ulah remaja yang masih duduk di bangku SMA itu berujung apes. Polisi akhirnya menggelandangnya untuk diproses.

"Ya, hasil dari penyelidikan kami sementara anak ini mengaku ketakutan. Sebab, dia tidak bawa SIM dan STNK," jelas Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Bayu Nugroho kepada Koran ini di sela-sela operasi, Rabu malam (31/10).

Remaja nekat itu pun langsung diamankan petugas. Berikut sepeda motor matik warna putih nopol P 6364 NA juga diamankan.

"Anak itu ketakutan saat tahu ada razia, makanya berusaha menghindar," imbuh perwira berpangkat tiga balok ini.

Razia yang berlangsung satu jam mulai pukul 19.00 itu telah menilang 159 pelanggar. Mereka adalah pengendara roda dua yang saat itu melintas di Jalan Ahmad Yani Blitar.

Sasarannya memang khusus pengendara roda dua. "Tapi kami juga razia mobil yang melanggar seperti penggunaan lampu rotator," ungkap Bayu.

Dari razia Operasi Zebra Semeru Rabu malam tersebut, polisi telah menyita sebanyak 16 sepeda motor. Belasan sepeda motor harus disita karena pengendara tidak bisa menunjukkan STNK dan SIM. Sementara itu, juga disita 9 SIM dan 134 STNK.

Seperti diketahui, Operasi Zebra Semeru 2018 ini digelar selama 14 hari. Dimulai 30 Oktober hingga 12 November. Sasarannya pengendara kendaraan roda dua dan roda empat, bus, serta truk. Ada tujuh prioritas pelanggaran yang ditindak.

(rt/kan/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia