Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Partai Golkar Masih Diam Terkait Nasib Sukaji

Sabtu, 03 Nov 2018 12:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Partai Golkar Masih Diam Terkait Nasib Sukaji

Grafis Partai Golkar Masih Diam Terkait Nasib Sukaji (Alwik Ruslianto/RATU)

TRENGALEK – Partai Golongan Karya (Golkar) belum menentukan sikap terkait kasus yang menimpa salah seorang kadernya, Sukaji. Di sisi lain, Sukaji dikenal sebagai kader kawakan dengan loyalitas tinggi kepada partai. “Kami belum ada laporan dari kejaksaan, dari pihak yang bersangkutan juga belum ada informasi,” terang Ketua DPD Partai Golkar Trenggalek Wakidi kemarin (2/11).

Kini pihaknya lebih memilih menunggu laporan resmi dari kejaksaan terkait kasus yang menimpa kadernya tersebut. Agar pihaknya memiliki gambaran mengenai perkara yang dihadapi kader. Jadi bisa diambil kesimpulan dan langkah yang harus dipilih oleh partai.

Di sisi lain, Wakidi juga menyebut bahwa partainya memiliki ahli dalam bidang hukum. Ini bisa saja digunakan untuk membantu kadernya yang membutuhkan pendampingan hukum.

Kendati belum ada keputusan partai, Sukaji yang kini tengah menghadapi perkara hukum tampaknya berpeluang untuk mendapatkan bantuan pendampingan hukum tersebut. Wakidi menyebut Sukaji kader yang militan.

“Dia adalah kader yang sudah lama to,” terangnya.

Pihaknya juga menyebut selama ini tidak pernah ada catatan buruk yang melekat pada diri Sukaji. Itu dalam hal peran atau tugasnya pada partai. “Track record-nya baik, tidak ada masalah selama ini,” tandasnya.

Perlu diketahui, sekarang Sukaji juga menjadi salah seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar periode 2019-2024 untuk daerah pilihan (dapil) III, wilayah Kecamatan Panggul, Dongko dan Munjungan. Kendati sedang dalam perkara hukum, tidak lantas menggugurkannnya dari daftar caleg untuk periode tersebut.

“Tetap sebagai caleg, tidak dihapus atau dicoret,” ujar Nurhuda, salah seorang komisioner KPU Trenggalek.

Dia mengungkapkan, sebagaimana tertuang dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018, ada dua sebab penghapusan seorang caleg dari kepesertaannya dalam pemilu. Pertama, karena meninggal dunia. Kedua, karena terbukti melakukan tindak pidana dan telah ada keputusan memiliki kekuatan hukum tetap alias inkrah. Ini berarti status yang bersangkutan kini masih sebagai calon legislatif.

“Ini hampir sama dengan kasus di kota tetangga (Tulungagung, Red),” katanya.

Huda -sapaannya- menambahkan, seorang peserta pemilu juga tidak bisa mengundurkan diri saat penetapan calon telah dilalui. Pengunduran diri bisa dilakukan jika tahapan pemilu masih dalam penetapan sementara.

“Kemarin, itu pascapenetapan DCT (daftar calon tetap) juga ada yang mau mundur, tapi tidak bisa,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sukaji kini ditahan untuk kepentingan penyidikan di Rutan Kelas IIB Trenggalek selama 20 hari ke depan. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap atau gratifikasi penyertaan modal PDAU tahun 2007. Dia juga tengah menjalani masa pengenalan lingkungan.

“Selama 7 hari ini tidak boleh dibesuk,” ujar Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Trenggalek Adi Santosa.

Menurut dia, selama tujuh hari tersebut Sukaji akan menghabiskan hari-harinya di dalam tahanan. Hanya sesekali waktu saja saat ada materi pengenalan lingkungan dia akan dibawa ke ruangan lain. Artinya, dia dikarantina selama seminggu penuh.

“Semua kegiatan dilakukan di dalam tahanan, mulai bersih diri hingga beribadah,” tegas dia. Ini berbeda dengan tahanan atau penghuni rutan lain yang bisa beraktivitas di area rutan ini. (hai/tri/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia