Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Digelontor Logistik, KPU Kekurangan 5.007 Kotak Suara

Sabtu, 03 Nov 2018 13:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

KELUAR DUIT: Sejumlah pekerja ekspedisi menurunkan logistik Pemilu 2019 di kantor Kelurahan Tamanan kemarin (2/11).

KELUAR DUIT: Sejumlah pekerja ekspedisi menurunkan logistik Pemilu 2019 di kantor Kelurahan Tamanan kemarin (2/11). (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sepertinya kian dekat. Kemarin (2/11), logistik pemilu berupa ribuan kotak suara tiba di Kota Keripik Tempe. Sayang, lantaran belum memiliki sarana yang memadai, KPU Trenggalek harus merogoh kocek untuk menyewa salah satu aset pemkab sebagai gudang penyimpanan logistik tersebut.

Wiratno, Sekretaris KPU Trenggalek mengatakan, total kebutuhan kotak suara di Trenggalek sebanyak 12.807 unit. Kini masih diterima 7.800 unit dan terdapat kekurangan 5.007 kotak suara. Kemungkinan sisanya akan dikirimkan minggu depan.

“Sementara ini masih kotak suaranya. Setelah cukup, nanti baru dikirim bilik suaranya,” ujarnya kepada Koran ini.

Pada Pemilu 2019 nanti, sebagian logistik KPU menggunakan peranti baru. Kotak suara dari bahan aluminium yang digunakan pada pilkada lalu tidak akan digunakan. Sedangkan bilik suara yang digunakan pada pilkada lalu akan tetap digunakan.

Wiranto menyebut jumlah kebutuhan bilik suara pada pemilu nanti sekitar 10.048 bilik. Kini ada sekitar 6.739 bilik suara dari aluminium sisa pilkada lalu. Praktis ada kebutuhan sekitar 3.309 bilik suara pada Pemilu 2019 nanti. “Bilik yang baru nanti juga sama terbuat dari karton, bukan aluminium,” jelas dia.

Menurutnya, kendati material logistik tersebut terbuat dari bahan sejenis karton, telah dilakukan uji coba sebelumnya sehingga dinilai cukup kuat dan layak digunakan saat pesta demokrasi nanti.

“Tadi saya juga sudah coba cek, ada lapisan di bahan sehingga cukup tahan terhadap air,” katanya.

Ribuan logistik pemilu tersebut disimpan di Kelurahan Tanaman, Kecamatan Trenggalek. Ini terjadi karena KPU tidak memiliki gudang sendiri untuk menyimpan material KPU ini. Tak pelak, puluhan juta harus dikeluarkan untuk biaya sewa gedung.

“Kita sewa per hari 200 ribu, sampai September 2019 nanti. Sekitar 70-an juta totalnya” ucapnya.

Disinggung terkait perlakuan terhadap logistik pemilu yang sudah tidak digunakan lagi (kotak suara, Red), Wiratno mengaku telah mengajukan untuk dilelang. Kini tinggal menunggu rekomendasi dari sekjen KPU untuk dilakukan penghapusan aset.

“Setelah ada rekomendasi itu, kita konsultasi dengan KPKNL untuk menjual barang tersebut,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, daerah lain juga melakukan mekanisme serupa untuk penghapusan aset tersebut. Sayang, untuk wilayah Jawa Timur belum ada rekomendasi yang turun. (hai/tri/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia