Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Puji Wirawan, Guru Bahasa Inggris yang Aktif Tulis Buku Berbahasa Jawa

Senin, 05 Nov 2018 11:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERUS AKTIF: Puji menunjukkan salah satu buku hasil karya yang menggunakan bahasa Jawa.

TERUS AKTIF: Puji menunjukkan salah satu buku hasil karya yang menggunakan bahasa Jawa. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Menjadi seorang guru bahasa Inggris bukan berarti hanya memahami sastra dari bahasa tersebut. Begitu pula Puji Wirawan. Selain fasih berbahasa Inggris, pria ini juga aktif mengarang buku kumpulan cerita pendek berbahasa Jawa (cerkak).

ZAKI JAZAI

Hampir setiap hari, aktivitas Puji Wirawan selalu dihabiskan di salah satu SMK swasta di wilayah Kecamatan Pule. Ya, itu dilakukan karena warga Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, ini mengabdikan diri sebagai salah satu guru mata pelajaran (mapel) bahasa Inggris di SMK tersebut. Namun, itu tidak menjadikan dirinya serta-merta meninggalkan hobi, yaitu menulis cerkak atau cerita pendek berbahasa Jawa.

Sejak 2016 lalu, hingga kemarin (4/11) sedikitnya ada empat judul buku yang berisikan cerkak telah berhasil ditulisnya. Terbaru, beberapa waktu lalu dia menulis sebuah buku berjudul Nyebar Winih-winihe Katresnan.

"Semua cerkak yang ada di buku itu saya sendiri yang mengarang," ungkap Puji Wirawan kepada Jawa Pos Radar Trenggalek.

Semua cerkak yang terkandung dalam buku tersebut merupakan pengalaman dirinya sendiri. Sebab ketika berkunjung di suatu wilayah, saat berjalan atau berbincang dengan teman-temannya selalu muncul inspirasi untuk mengarang sebuah cerkak. Agar tidak lupa, inspirasi tersebut dicatat di buku saku atau aplikasi pada handphone (HP).

"Setiap kali keluar rumah atau ngobrol dengan teman-teman, saya selalu bawa HP. Selain sebagai alat komunikasi, juga bisa mencatat jika inspirasi datang," katanya.

Untuk judul buku karangan terbarunya, timbul ketika dirinya berbincang-bincang dengan teman sebayanya. Saat itu mayoritas obrolan yang dibincangkan, intinya tertuju kepada salah seorang teman di kelompok tersebut. Alasannya, dari seluruh teman sebayanya, hanya dia yang belum berumah tangga.

Dari situ seluruh temannya ingin tahu mengapa di usia yang sudah berkepala empat belum juga menikah. Kemudian diskusi menjadi hidup terkait topik yang dibicarakan, baik itu memberi semangat agar cepat menikah, mencarikan jodoh yang tepat, bertanya tentang kriteria wanita yang dicari, hingga tidak sedikit ada yang bergurau seperti mem-bully.

Kendati demikian, yang bersangkutan tidak lantas marah, malah menjawab seluruh pertanyaan sejelasnya kendati sedikit malu.

Dari situlah, diketahui karena yang bersangkutan ragu untuk menentukan pilihan yang tepat terkait pendampingnya. Mengingat ketika muda dulu, dia sering bergonta-ganti pacar hingga bisa dikatakan sebagai playboy.

"Dari situ ide untuk membuat cerkak muncul. Saya mencatat inti dari perbincangan itu untuk dibukukan dalam bentuk cerkak," tutur pria 40 tahun ini.

Nantinya, catatan yang kebanyakan diketik dalam HP tersebut diketik kembali dalam susunan kata yang bagus. Karena sastra Jawa memiliki ciri khas sendiri dibandingkan sastra Indonesia atau Inggris, diperlukan konsentrasi yang tinggi agar tidak salah. Biasanya dia menulis cerkak saat tengah malam ketika situasi sunyi.

"Pagi hingga sore biasanya mengajar. Sepulang dari itu, mengasuh anak. Makanya agar konsentrasi tidak terganggu, biasanya saya menulis setelah anak-anak tidur," jlentreh bapak dua anak ini.

Pemilihan waktu tersebut terbilang cukup efektif. Mengingat situasi yang sunyi membuatnya lebih fokus dalam memilih kata hingga menghasilkan hasil karya sastra Jawa yang indah. Tak ayal, buku karangannya selalu diminati para pembaca.

Karena itu, di beberapa kesempatan, Puji seringkali diundang untuk mengisi pelatihan literasi remaja, khususnya dalam bahasa Jawa.

"Jika ada undangan untuk mengisi acara pelatihan menulis, saya selalu menyetujui dengan senang hati. Sebab, jarang generasi muda yang mau berkecimpung di dunia literasi, khususnya sastra Jawa," jelasnya. (ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia