Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Masih Periksa 65 Saksi Soal OTT Pungli Jaspel Puskemas Pule

Senin, 05 Nov 2018 12:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Polisi Masih Periksa 65 Saksi Soal OTT Pungli Jaspel Puskemas Pule

TRENGGALEK - Satreskrim Polres Trenggalek tampaknya kurang percaya diri (PD) terkait peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pungutan liar (pungli) jasa pelayanan (jaspel) di lingkup Puskesmas Pule. Pasalnya, kendati telah melakukan OTT pada Rabu (17/10) lalu, hingga kemarin (4/11) korps baju cokelat ini belum menetapkan tersangka.

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana mengatakan, khusus OTT, kini penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan. Itu disebabkan banyaknya saksi yang perlu menjalani pemeriksaan karena diduga mengetahui adanya dugaan pungli itu.

"Banyak sekali saksi yang kami periksa. Sedikitnya ada 65 saksi," katanya.

Dia melanjutkan, itu dilakukan mengingat 65 saksi yang diperiksa tersebut seluruhnya merupakan pegawai Puskesmas Pule. Baik itu yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), atau pegawai kontrak badan layanan umum daerah (BLUD). Agar tidak mengganggu jalannya pelayanan di puskesmas bersangkutan, pemeriksaan dilakukan secara bergilir sesuai jadwal.

"Pemeriksaan terus kami lakukan. Nantinya semoga saja dalam waktu dekat ini hasilnya diketahui," tuturnya.

Nantinya jika pemeriksaan dirasa sudah cukup, penyidik akan melakukan gelar perkara. Dari gelar perkara tersebut, nantinya akan diputuskan siapa tersangka terkait kasus tersebut, juga tuntutan yang nantinya dilayangkan. Apakah memenuhi unsur pidana atau hanya sanksi indisipliner saja.

"Koordinasi akan terus kami lakukan untuk menyelesaikan kasus ini. Hasilnya akan secepatnya disampaikan," jelas pria yang akrab disapa Andana ini.

Seperti yang diberitakan, polisi masih mencari tambahan barang bukti. Mungkin itulah yang terjadi dalam OTT terkait dugaan pungli jaspel kesehatan di Puskesmas Pule.

Pasalnya, kendati satreskrim bersama Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Trenggalek telah melakukan OTT pada Rabu (17/10) lalu, hingga Jumat (19/10) lalu belum ada penetapan tersangka.

Alasannya, penyidik masih mengembangkan proses penyelidikan terhadap saksi. Tujuh orang pegawai negeri sipil (PNS) puskemas setempat yang disebut sebagai tim teknis.

Tim teknis tersebut bertugas mengoordinasi jumlah uang yang nantinya diberikan oleh 65 pegawai atau staf penerima jaspel kesehatan sebesar 10 persen dari jumlah yang diterima. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia