Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Target PAD Pariwisata Trenggalek Memble

Senin, 05 Nov 2018 13:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Target Pendapatan Sektor Pariwisata

Grafis Target Pendapatan Sektor Pariwisata (Alwik Ruslianto/RATU)

TRENGGALEK – Dua bulan jelang berakhirnya tahun anggaran, target pendapatan dari sektor pariwisata masih jauh dari harapan alias memble. Diduga lantaran pengelolaan pariwisata yang lemah. Akibatnya, potensi yang ada di Kota Keripik Tempe tak tergarap optimal.

Ketua Komisi II Mugianto mengatakan, potensi untuk mencapai target yang ditetapkan tahun ini masih ada. Hanya saja, jika dilihat per bidang pos pendapatan, ada sebagian yang membutuhkan upaya ekstra untuk mencapai target tersebut. Semisal pada bidang pariwisata yang hingga kini masih jauh dari harapan.

“Kini capaian targetnya masih sekitar 60 persen,” katanya.

Dari target pendapatan Rp 8,7 miliar, kini masih terbukukan 5,8 miliar. Di sisi lain, waktu yang dimiliki untuk mencapai target tersebut tinggal 2 bulan. Untuk itu, pihaknya berharap kinerja yang ada di dinas tersebut dipacu kembali.

“Kami pesimistis karena waktunya tinggal beberapa bulan lagi. Kemungkinan ini juga dipengaruhi oleh tingkat kunjungan wisata,” imbuhnya.

Pihaknya mengapresiasi kinerja sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) karena telah mampu melampaui target yang telah ditetapkan. Semisal dinas perikanan dari pos pendapatan retribusi TPI, per Oktober ini sudah mencapai lebih dari Rp 400 juta. Tahun depan, retribusi di bidang tersebut akan dinaikkan menjadi Rp 500 juta.

Untuk memacu pertumbuhan ekonomi, target pendapatan sudah semestinya bergerak naik, tak terkecuali di tahun 2019 nanti. Kendati demikian, pihaknya juga berlaku objektif dengan melihat potensi dan kendala yang dihadapi oleh setiap OPD.

Dia mencontohkan, ada beberapa dinas yang siap dengan kenaikan tersebut, tapi butuh dukungan sarana atau regulasi yang baru. Seperti halnya di dinas pariswisata mengenai tarif retribusi masuk lokasi wisata yang memang perlu ditinjau kembali.

“Tarif itu memang sudah dibentuk tiga tahun lalu, makanya ada rencana untuk dinaikkan. Begitu juga dengan tarif parkir,” tandasnya.

Sementara itu, Syuhada Abdullah, kepala dinas perikanan mengaku tidak masalah dengan peningkatan target pendapatan. Namun pendapatan dari sektor perikanan tergantung sepenuhnya dengan cuaca, terutama musim ikan.

“Pada prinsipnya tidak masalah naik. Kami juga sampaikan soal TPI itu tergantung cuaca dan musim ikan,” terangnya.

Untuk sementara ini, pihaknya memang bisa berlega hati, lantaran target pendapatan yang dibebankan dinasnya sudah terlampaui. Ada beberapa pos pendapatan di dinas tersebut. Selain dari retribusi TPI, salah satunya penggunaan kekayaan daerah. Untuk pos ini pun juga telah melampaui target. Namun untuk tahun berikutnya tidak mengalami kenaikan lantaran objek tersebut berbeda dengan jenis objek pendapatan lainnya.

“Kalau sewa gedung atau kekayaan daerah lainnya masih tetap,” tandasnya. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia