Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Yankes Terancam Sanksi Jika Tak Lapor Temukan TBC

Senin, 05 Nov 2018 15:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Ilustrasi

Ilustrasi

TULUNGAGUNG – Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan bakal tak bisa seenaknya memberikan pelayanan kesehatan (yankes) bagi penderita tuberkulosis (TBC). Pasalnya bakal ada sanksi yang membayangi jika tidak segera melakukan pelaporan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung saat mendiagnosis adanya penyakit itu.

Bisa berupa teguran tertulis, pembekuan sementara izin operasional, serta pencabutan izin operasional dan atau denda administratif.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Tulungagung Heru Santoso mengatakan, salah satu poin yang dibahas dalam ranperda TBC memang mengatur hal itu yang diberlakukan pada jejaring fasilitas pelayanan kesehatan.

"Sanksinya tidak ditujukan pada penderita, tetapi pada jejaring yankes,” katanya kemarin (4/11).

Menurut dia, sanksi yang diberikan memang cukup beragam. Sanksi ini bisa diberikan jika mereka tidak melakukan pelaporan pada dinkes ketika mendiagnosis pasien TBC.

Dalam rancangan peraturan daerah (ranperda) penanggulangan penyakit tuberkulosis di Kabupaten Tulungagung tersebut tidak dicantumkan tentang sanksi bagi penderita penyakit TBC yang enggan berobat. Namun masih berupa pencegahan agar tidak ada persebaran penyakit ini.

“Pasien yang enggan berobat harus terus diberi sosialisasi oleh kader atau pun puskesmas yang merupakan garda terdepan dalam penanggulangan penyakit TBC ini,” tegasnya.

Politis PDI Perjuangan ini mengindikasikan, ranperda tersebut bakal segera diparipurnakan. Paling tidak bisa segera diimplementasikan agar pelayanan kesehatan di Kota Marmer semakin maksimal dalam memberikan apa yang dibutuhkan pasien.

“Pasiennya pun harus tetap mendapatkan pelayanan terbaik jika terdiagnosis TBC,” tandasnya. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia