Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Terungkap, Tiga Pelaku Bentrok Antarkelompok Pemuda di Suruhan Lor

Selasa, 06 Nov 2018 22:45 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERTUNDUK: Tiga pelaku bentrok kelompok pemuda di Suruhan Lor, Kecamatan Bandung dan satu pelaku penganiayaan di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, saat berada di Polres Tulungagung kemarin (11/5).

TERTUNDUK: Tiga pelaku bentrok kelompok pemuda di Suruhan Lor, Kecamatan Bandung dan satu pelaku penganiayaan di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, saat berada di Polres Tulungagung kemarin (11/5). (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Misteri pelaku penganiayaan, perusakan rumah, dan pembakaran motor di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Minggu (7/10) lalu, terungkap sudah. Sebab, polisi telah menangkap empat pelaku yang sudah menjadi tersangka kerusuhan yang melibatkan kelompok pemuda. Mereka adalah GA, 19, warga Desa Babatan, Kecamatan Karangrejo, ditangkap pada Selasa (16/10) lalu; AR, 25; dan RA, 25, keduanya warga Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggung, ditangkap Jumat (2/11) lalu.

“Tiga pelaku itu memang sudah berstatus tersangka dari peristiwa di Suruhan Lor,” jelas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar kemarin (5/11).

Dia mengaku, penangkapan para pelaku berdasarkan keterangan para saksi yang sudah diperiksa. Dari situ mengarah ke GA. Dengan menangkap GA, polisi berhasil mengembangkan kasus tersebut dan meringkus pelaku AR dan RA.

TERTUNDUK: Tiga pelaku bentrok kelompok pemuda di Suruhan Lor, Kecamatan Bandung dan satu pelaku penganiayaan di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, saat berada di Polres Tulungagung kemarin (11/5).

TERTUNDUK: Tiga pelaku bentrok kelompok pemuda di Suruhan Lor, Kecamatan Bandung dan satu pelaku penganiayaan di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, saat berada di Polres Tulungagung kemarin (11/5). (AGUS DWIYONO/RATU)

“Mereka bertiga ditangkap di lokasi berbeda, salah satunya Ponorogo,” jelasnya.

Hasil penangkapan tersebut, diketahui tiga pelaku itu memiliki peran berbeda. Ada yang memukul, melempar rumah, hingga membakar sepeda motor.

Bahkan, AR juga melakukan penganiayaan terhadap sopir di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut.

“AR melakukan penganiayaan bersama DD, warga Desa Jengglungharjo,” terang perwira berpangakat dua melati ini.

Dia menambahkan, polisi mengamankanberbagaibarang bukti dari kasus kerusuhan di Suruhan Lor. Termasuk jumperwarna hitam,beberapaunit sepeda motor rusak, dan lain-lain.

“Para tersangka didakwa pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok kelompok pemuda kembali pecah di kawasan selatan Kota Marmer. Suasana tenang di Desa SuruhanLor, Kecamatan Bandung, tiba-tiba terusik oleh serangan kelompok pemuda. Akibat aksi brutal pada Minggu (7/10) sekitarpukul 02.30 tersebut, dua orangterluka, 13 rumah warga dan satu musala rusak terkena lemparanbatu.

Belum cukup di situ, mereka dengan beringas membakar dan merusak dua sepeda motor milik warga. (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia