Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Lama Menganggur, Pemuda Nekat Embat HP

Selasa, 06 Nov 2018 14:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

BENAR MENCURI?: Polisi ketika menginterogasi Yudi, pelaku curat di rumah kos wilayah Kelurahan Tamanan.

BENAR MENCURI?: Polisi ketika menginterogasi Yudi, pelaku curat di rumah kos wilayah Kelurahan Tamanan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Yudi Priyo Santoso, warga Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, sejak kemarin (5/11) harus berurusan dengan polisi. Pria berusia 35 tahun tersebut diduga melakukan tindakan pencurian dengan pemberatan (curat) berupa handphone (HP) milik Triyono, 21, warga Desa Cakul, Kecamatan Dongko. Bersamaan itu, turut diamankan barang bukti satu unit HP milik korban beserta kelengkapannya.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, peristiwa pencurian terjadi pada Kamis (4/10) lalu. Saat itu sekitar pukul 02.00, korban yang tinggal di salah satu rumah kos masuk wilayah Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek sedang asyik di dalam di kamarnya. Betapa kagetnya korban, setelah sekitar pukul 05.30 mengetahui HP miliknya tersebut sudah tidak di tempatnya lagi.

“Karena kaget, korban mencari keberadaan HP miliknya itu. Selanjutnya korban datang ke mapolres untuk melapor,” ungkap Wakapolres Trenggalek Kompol Agung Setyono.

Dia melanjutkan, setelah mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Dari penyelidikan itu, akhirnya Minggu (4/11) kemarin berhasil menemukan identitas pelaku, sekaligus tempat persembunyiannya. Tidak menunggu lama, saat itu juga polisi langsung bergegas menuju tempat persembunyian pelaku untuk mengamankannya.

“Sekitar pukul 21.30 kemarin (Minggu, Red), kami berhasil membekuk pelaku di rumahnya. Makanya langsung dibawa ke mapolres untuk penyelidikan selanjutnya,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, pelaku sengaja berkeliling sekitar rumah kos yang ditempati korban dan saat itu mendapati pintu rumah kos yang ditempati korban dalam keadaan terbuka dan melihat korban sedang tidur pulas. Karena itu, agar tidak ada yang terbangun, secara diam-diam korban masuk rumah kos dan mengambil HP milik korban. Nantinya jika terbukti bersalah, korban akan dikenakan hukuman berdasarkan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Kami akan terus menyelidiki kasus ini. Sebab kemungkinan ada korban lainnya, tapi belum melapor,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Yudi Priyo Santoso mengakui semua perbuatannya tersebut. Terpaksa dilakukan karena dirinya memerlukan uang untuk hidup, mengingat kini sedang menganggur. Rencananya HP tersebut akan dijual dan uangnya digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Sementara HP itu masih saya gunakan sendiri. Sebelum terjual sudah tertangkap,” akunya. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia