Selasa, 13 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

SPBU Tak Beroperasi, Nelayan Kelimpungan

Selasa, 06 Nov 2018 13:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SEPI: Hingga kemarin tidak ada aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Prigi lantaran masih terpasang garis polisi.

SEPI: Hingga kemarin tidak ada aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Prigi lantaran masih terpasang garis polisi. (ASMADI FOR RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK –  Ratusan nelayan Prigi dirundung masalah. Mereka kesulitan melaut lantaran salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak bisa melayani pembelian BBM. Ini karena SPBU tersebut tengah diisolasi oleh garis polisi lantaran peristiwa kebakaran beberapa waktu lalu.

“Kami itu tidak masalah dengan penegakan hukum, tapi mbok ya gak ngganggu aktivitas nelayan,” kata Asmadi salah seorang nelayan Prigi, Senin (5/11).

Pascakebakaran Jumat (2/11) lalu, SPBU ini tidak lagi bisa melayani nelayan. Padahal, kini tengah musim ikan. Akibatnya, para nelayan Prigi harus mencari bahan bakar hingga keluar daerah.

Asmadi mengatakan, nelayan memang sudah sering mencari tambahan bahan bakar di daerah lain. Namun, kapasitasnya hanya sebagai bahan bakar tambahan, bukan sebagai tempat utama untuk mendapatkan bahan bakar.

“Kami cari sampai Blitar, tapi dapatnya kan tidak banyak. Apalagi banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi,” terangnya.

Dia mengungkapkan, kini tengah musim layur dan rengis atau tongkol. Ikan rengis kini sangat melimpah sehingga harganya relatif rendah. Namun untuk jenis ikan layur masih sangat menguntungkan nelayan.

“Kalau rengis harganya memang 2,5 ribu per kilo, tapi untuk layur harganya bagus, 40 ribu per kilo,” sebutnya.

Pihaknya berharap, ada kebijaksanaan dari aparat kepolisian dalam  penanganan kasus kebakaran tersebut. Artinya, jika memang ada aktivitas penegakan hukum atas peristiwa kebakaran, tidak sampai mengganggu aktivitas para nelayan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Koran ini, peristiwa kebakaran Jumat minggu lalu ini melibatkan dua orang pengendara motor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi dua buah motor ludes terbakar.

Peristiwa kebakaran tersebut diduga berasal dari percikan api dari dalam jok motor yang menyulut kaleng tempat BBM milik pelanggan yang sedang mengisi bahan bakar. Pelanggan tersebut panik dan meninggalkan motornya yang terbakar.

Petugas pengisian BBM sudah berusaha memadamkan api tersebut, tapi tidak berhasil. Api malah membesar. Motor lantas dibawa menjauh dari tempat pengisian. Sayang dalam proses ini, api justru menyulut kendaraan lain yang ada di tempat pengisian bensin tersebut. Baru sekitar 30 menit berikutnya api berhasil dijinakkan, tapi telah menghanguskan dua kendaraan milik warga. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia